Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Sudan
Oleh: Dimas Muhammad Hanief Arkaan
Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Sudan terus menguatkan komitmennya dalam menjalankan peran dakwah dan kemanusiaan melalui implementasi program-program unggulan yang berorientasi pada kebermanfaatan jangka panjang. Program-program ini dikawal secara strategis oleh Majelis Filantropi PCIM Sudan sebagai upaya sistematis dalam menghadirkan amal jariyah yang berkelanjutan.
Dalam tahap awal implementasi, PCIM Sudan akan melaksanakan tiga program utama yang menjadi fokus gerakan filantropi, yaitu:
- Program Bantuan untuk Sudan, sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kemanusiaan dan sosial masyarakat setempat.
- Program Ketahanan Pangan Pesantren Ainul Yakin, yang bertujuan memperkuat kemandirian pangan serta mendukung keberlangsungan pendidikan berbasis pesantren.
- Forum Wakaf dan Perintisan Pesantren, sebagai langkah strategis dalam membangun ekosistem pendidikan dan ekonomi berbasis wakaf yang berkelanjutan.
Ketua PCIM Sudan, Rif’an Ali Hafidz, menegaskan bahwa seluruh program yang dijalankan harus dilandasi dengan niat ibadah dan orientasi akhirat.
“Apa yang sedang kita perjuangkan dan kita lakukan saat ini, semoga benar-benar kita niatkan sebagai bentuk amal jariyah untuk bekal kita di akhirat. Kita semua memahami bahwa masing-masing dari kita memiliki kesibukan dan tanggung jawab pribadi. Oleh karena itu, mari kita jadikan setiap pergerakan dan program yang ada di PCM ini sebagai ladang amal, sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Jika pun dalam perjalanannya kita belum mendapatkan balasan di dunia, maka jangan sampai hal itu mengurangi semangat kita. Justru harapannya, Allah yang akan membalas segala usaha dan keikhlasan tersebut dengan balasan yang jauh lebih baik di akhirat kelak. Dan tentu, jika Allah berikan balasan di dunia, itu adalah bonus dari-Nya. Namun yang utama, mari kita luruskan niat bahwa semua ini kita lakukan semata-mata karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.”
Sebagai tindak lanjut dari program strategis tersebut, PCIM Sudan bersama pesantren rintisannya juga akan menjalin kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Bank Syariah Negara. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat aspek kelembagaan dan pembiayaan program, khususnya dalam pengembangan wakaf produktif.
Selain itu, PCIM Sudan tengah mempersiapkan penyelenggaraan Forum Wakaf yang direncanakan berlangsung pada bulan Juli atau Agustus mendatang. Forum ini akan menjadi ruang kolaborasi berbagai pihak dalam merumuskan model wakaf yang inovatif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat perintisan pesantren sebagai pusat pendidikan dan pemberdayaan umat.
Melalui langkah-langkah ini, PCIM Sudan berharap dapat menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, sekaligus membangun fondasi amal jariyah yang memberikan dampak luas, baik di dunia maupun di akhirat. (*)
