Tapak Suci Smamuda Sumberpucung Raih Enam Medali Kejurda
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG–SMA Muhammadiyah 2 Sumberpucung populer disebut Smamuda sekolah unggulan bidang double track meraih sukses pada ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) III Pimda 229 Tapak Suci Kabupaten Malang.
Kepala sekolah SMA Muhammadiyah 2 Sumberpucung, ustadz Unjang Tajul Aripin, S.Hi, M.Pd, mengungkapkan ada enam siswanya yang meraih juara daerah dalam turnamen pencak silat Kejurda Tapak Suci Pimda 229 Kabupaten Malang (3-5).

Menurut ustadz Unjang dalam turnamen bergengsi tingkat Kabupaten Malang ini kontingen Tapak Suci Smamuda Sumberpucung meraih juara daerah Se Kabupaten Malang, dalam beberapa kategori.
Mereka berjumlah enam orang orang atlit yang meraih medali emas, perunggu, dan perak. Siapa saja mereka ini? ustadz Unjang mengungkapkan ananda Miftahul Huda, Rika Ayu, dan Muhammad Ardhi Pontoh. Ketiganya meraih juara satu medali emas.

Berikutnya, lanjut ustadz Unjang peraih medali perak atau juara dua adalah Zainul Taufiqurrahman dan Akbar. Disusul peraih juara tiga dengan perolehan medali perunggu Muhammad Harits Akbar.
“Alhamdulillah Allah memberikan nikmat juara pada kami. Semoga hal ini membawa keberkahan pada Smamuda Sumberpucung untuk terus prestasi menjadi sekolah rujukan di zonasinya,” ucap syukur ustadz Unjang.

Kata ustadz Unjang enam atlit Smamuda Sumberpucung mendapatkan ucapan selamat atas kemenangan yang sudah diusahakan oleh para atlit andalan Smamuda Sumberpucung, semua hasil latihan dan kesabaran pada akhirnya membuahkan hasil yang menggembirakan.
Semua hasil yang sudah didapatkan adalah berkat ikhtiar dan do’a para atlit serta semua pihak yang sudah mendukung Smamuda Sumberpucung akan selalu berusaha yang terbaik dalam mendampingi langkah yang ingin ditempuh para siswa dan orang tua. Termasuk pada potensi dari bela diri yang diajarkan dalam kegiatan ekstrakulikuler Tapak Suci.
“InsyaAllah ke depan kami rekomendasikan siswa kami mewakili Smuada Sumberpucung dalam ajang tingkat regional, nasional, bahkan internasional,” tegas ustadz Unjang. (rilis: humas/editor: doni osmon)
