Talent Day SMP Muhammadiyah 1 Metro Gali Potensi Semai Prestasi Sejak Dini
TABLOIDMATAHATI.COM, METRO-Setiap Jumat siang, suasana SMP Muhammadiyah 1 Metro berubah menjadi ruang eksplorasi bakat. Di berbagai sudut sekolah, siswa menekuni minatnya masing-masing, ada yang menulis berita, menggiring bola di lapangan futsal, melatih barisan paskibra, hingga merangkai warna dan garis di layar digital. Semua aktivitas itu terangkum dalam satu program unggulan yakni 21 Talent Day.
Kepala SMP Muhammadiyah 1 Metro, selaku Herbangun Sandi, menegaskan bahwa 21 Talent Day bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan proses pembelajaran bermakna yang berkelanjutan.
“Melalui 21 Talent Day, kami ingin setiap siswa menemukan potensi terbaiknya, program ini dilaksanakan rutin setiap Jumat dan dirancang jangka panjang agar bakat siswa benar-benar berkembang,” ungkapnya pada wawancara 9/1/2026.
Herbangun menambahkan, bahwa program ini dirancang sebagai wadah pengembangan bakat dan keterampilan siswa sejak dini, sekaligus bagian dari strategi sekolah dalam menyiapkan generasi yang kreatif, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Setiap siswa diwajibkan memilih minimal satu kelas talent sesuai minatnya dan dibimbing langsung oleh guru pendamping.
Sebanyak 21 kelas talent disiapkan dalam program ini, meliputi bidang akademik, seni, olahraga, keagamaan, bahasa, hingga teknologi. Kelas-kelas tersebut antara lain jurnalistik, futsal, desain grafis, paskibra, tapak suci, da’i, bahasa Inggris, pidato kebangsaan, fotografi, kaligrafi, tahfiz, Arabic Language, tari, drama, master of ceremony, coding, vokal, PIK (Pusat Informasi dan Konseling Remaja), prakarya, elektro, serta bahasa Lampung.
Salah satu kelas yang menyita perhatian jurnalis sekolah adalah Desain Grafis, yang menjadi ruang tumbuh kreativitas visual dan literasi digital. Di kelas ini, siswa belajar memahami dunia desain dari dasar, mulai dari komposisi warna, tata letak, hingga pesan visual.
Guru pendamping kelas Desain Grafis, Angga Tri Cahyo, mengungkapkan bahwa tantangan utama adalah membimbing siswa yang masih awam dengan dunia grafis digital.
“Sebagian besar anak-anak belum memahami dasar desain. Maka saya mulai dari hal paling kecil. Yang terpenting adalah niat, disiplin, dan konsistensi,” jelasnya.
Antusiasme siswa pun terasa nyata. Zulfa, siswi yang sejak lama menyukai dunia desain, mengaku sangat terbantu dengan adanya kelas ini.
“Dulu saya belajar desain sendiri di rumah. Sekarang di sekolah ada talent desain grafis, jadi saya bisa belajar lebih terarah dan berdiskusi dengan teman-teman yang minatnya sama,” ujarnya.
Hal serupa dirasakan Rizky, yang melihat desain grafis sebagai bekal masa depan.
“Hampir semua bidang sekarang butuh desain. Di sini saya jadi paham bahwa desain itu bukan sekadar gambar, tapi juga cara menyampaikan pesan,” katanya.
Sementara itu, Annisa, siswi kelas VIII, menilai keikutsertaannya dalam Talent Day tidak hanya mengasah keterampilan, tetapi juga membentuk karakter.
“Kami dilatih disiplin, berani menerima kritik, dan saling memberi masukan. Jadi lebih percaya diri dengan kemampuan sendiri,” tuturnya.
Ia berharap, perlahan namun pasti, 21 Talent Day menjadi ruang tumbuh bagi potensi siswa SMP Muhammadiyah 1 Metro. Dari lapangan olahraga hingga ruang kelas, dari panggung seni hingga layar digital, harapan besar tengah dirancang tentang masa depan, keterampilan, dan generasi muda yang siap melangkah dengan kreativitas, karakter, serta kepercayaan diri.
(jurnalis sekolah ketrin/annisha/tri priyo saputro/rilis grup media afiliasimu)
