Tahap Dua Smamuda Sumberpucung Kirim Siswa Nyantrik ke Dj’Kithchen
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– SMA Muhammadiyah 2 Sumberpucung populer disebut Smamuda sekolah unggulan program double track, kembali memberangkatkan seluruh siswa kelas XII ke tempat nyantrik atau mitra dunia kerja dunia industri (DUDI).
Terbaru dijelaskan Koordinator Program Double Track Smamuda Sumberpucung, Ahmad Walid Mahbuby, kemarin (2/10) mengirim empat siswa jurusan double track Tata Boga ke mitra DUDI.
Menurut Ahmad Walid Mahbuby bahwa pemberangkatan siswa double track tata boga ini merupakan gelombang ke dua. Setelah double track administrasi perkantoran juga teknik kendaraan ringan yang diberangkatkan pada gelombang pertama.
Nah untuk gelombang ke dua ini hanya mengirimkan empat siswa jurusan tata boga. Keempat siswa tersebut atas nama Angger Sutrisno dan Farid Ardiansyah kelas XI jurusan IPA, serta Siti Masruroh dan Ria Ayu jurusan IPS.
Sedangkan untuk tempat nyantriknya, Smamuda Sumberpucung telah bekerjasama dengan UMKM yang ada di Kecamatan Sumberpucung. Lebih tepatnya di Dj’kithchen dengan ownernya Anis. Dj’kithchen merupakan wirausahawan rumahan secara online, menerima pesanan aneka kue, puding atau catering.
Dipilihnya Dj’kithchen, kata Ahmad, siswa Smamuda ditempatkan pada UMKM ini dengan pertimbangan agar lebih mendapatkan pengalaman lebih tentang dunia memasak ala rumahan juga belajar bagaimana merintis usaha rumahan.
Sehingga kedepannya para siswa bisa membuka bisnis yang sama setalah lulus dari Smamuda Sumberpucung. Sebab omzet UMKM Dj’kithchen ini juga tinggi bahkan mampu mengembangkan sayap bisnis dengan membuka lapangan kerja.
Farid Ardiansyah, salah satu siswa tata boga menyampaikan pertama ini para siswa Smamuda sudah mendapat berbagai macam tugas dari UMKM Dj’kithchen. Hal ini juga yang akan membuktikan hasil belajar para siswa dalam jurusan double track tata boga. Sebab semakin banyak tugas yang diberikan maka siswa semakin mengetahui bagaimana mengelola suatu usaha.
Farid juga menjelaskan khusus double track tata boga mereka ber empat di bagi menjadi dua shif. Shif pertama dimulai dari pagi hingga pukul 12, sementara shif ke dua mulai pukul 12 hingga menjelang sore.
Angger dan Siti pada shif pertama. Farid bersama Ria mendapat jadwal shif ke dua. Pembagian ini merupakan ketentuan dari Smamuda dengan tempat siswa nyantrik. Adapun masa nyantrik para siswa Smamuda adalah satu bulan setengah.
“Program double track tata boga ini telah saya dalami mulai dari kelas sepuluh. Dari waktu yang panjang itu, saya telah banyak menerima ilmu tentang bagaimana cara membuat kue ataupun masakan yang lainnya. Dari program nyantrik ini menurut saya sangat bermanfaat. Karena saya bisa mengantongi ilmu langsung dari ahlinya,” ujar Farid. (ca’hud)
