Tabloid MataHati-Tiga AUM Sumberpucung Sinau Nulis Jurnalistik
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Redaksi tabloidmatahati.com, bersama tiga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) pendidikan di Sumberpucung menggelar pelatihan dasar-dasar jurnalistik bertajuk Sinau Nulis angkatan ke dua (18/12).
Menurut Kepsek SMA Muhammadiyah 2 Sumberpucung, ustadz Ujang Tajul Aripin, S.Hi, M.Pd, acara ini atas inisiatif antara Smamuda (singkatan SMA Muhammad 2 Sumberpucung), dan SMPM-One (akronim SMP Muhammadiyah 1 Sumberpucung). Menariknya peserta Sinau Nulis jurnalistik ini selain di-ikuti perwakilan siswa SMPM-One dan Smamuda juga di-ikuti perwakilan siswa dari SD Muhammadiyah Sumberpucung.

Dijelaskan ustadz Ujang tujuan Sinau Nulis jurnalistik ini untuk menumbuhkan bakat dan minat bidang menulis siswa di tiga AUM pendidikan Sumberpucung. Lebih tepatnya menulis berita. Karena selama ini banyak yang berangapan bahwa menulis berita itu sulit.
Maka, dihadirkan tim redaksi tabloidmatahati.com untuk memberikan tips dasar dalam menulis berita. Harapannya para siswa Muhammadiyah Sumberpucung bisa membuat berita minimal tentang kegiatan yang ada di sekolahnya.

“Alhamdulillah para peserta sangat antusias disaat berlangsungnya acara. Bahkan dari siswa SD pun banyak yang mendapatkan doorprice dari tabloidmatahati.com karena menjawab pertanyaan ataupun berani maju kedapan,” ujar ustadz Ujang.
Di tempat sama, pimred tabloidmatahati.com, Doni Osmon mengatakan sinau nulis jurnalistik dibagi dua materi dasar. Pertama materi tentang cara dasar menulis berita. Sedangkan Kedua tentang teknik fotografi yang disampaikan redaktur tabloidmatahati.com Hamim Maulana Ramadhan.

Saat menyampaikan materi, Doni Osmon menjelaskan cara dasar menulis berita mulai menentukan lead berita, judul, logika penulisan, teknik wawancara hingga closing dalam penulisan suatu berita.
Menariknya Doni Osmon menyampaikan kepada peserta Sinau Nulis jurnalistik diberikan kesempatan untuk mengirim beritanya ke redaksi tabloidmatahati.com akan mendapatkan bimbingan. Bukan hanya itu, jika berita yang dikirim bagus akan mendapat honor dari tabloid mata hati.

“Menjadi jurnalis yang handal perlu sering sering praktik dan harus berani mencoba. Dari sinau nulis jurnalistik ini diharapkan para siswa AUM Sumberpucung bisa berani mencoba dan juga bisa menunjukkan bakat munulisnya sehingga bisa melahirkan para jurnalistik muda yang handal,” tandas wartawan senior di Malangraya ini.
Sementara Hamim Maulana Rahman saat menjelaskan tehnik fotografi bahwa foto sangat penting dalam suatu berita. Sebagai daya tarik pembaca juga bukti jika berita ini memang terjadi.

Itu sebabnya Hamim menegaskan tehnik pengambilan foto harus dikuasai. Teknik foto diutamakan landscape dan caption dari foto tersebut tersebut.
Hadir juga siswa Smamuda Sumberpucung Miftahul Huda sebagai wartawan sekolah contributor tabloidmatahati.com di Sumberpucung testimoni pengalaman selama menulis berita untuk tabloidmatahati.com.

Huda menjelaskan bahwa awal dirinya adalah peserta Sinau Nulis jurnalistik angkatan pertama yang pernah diadakan di Smamuda. Kesulitan yang dihadapi ketika menulis suatu berita, seperti minimnya informasi yang didapat atau ketika susah bertemu narasumber untuk wawancara.

“Menjadi jurnalis itu menuntut saya agar memiliki wawasan yang sangat luas, hal ini yang membuat saya secara tidak langsung bisa belajar berbagai macam hal baru. Yang lebih berharga lagi adalah ilmu dan pengalaman tentang cara menulis berita saya bisa bertambah,” aku Huda (penulis: ca’hud/editor: hamara)
