Solutif, PMM 86 UMM Ubah Limbah Kulit Singkong Jadi Pupuk Cair

Tim PMM 86 UMM ini dilaksanakan oleh mahasiswa aktif jurusan Manajemen FEB UMM terdiri dari Tia Astiarti Putri, Diva Mauda Muftiah, Akbar Cahya Krisdana, Iqbal Hoesny Basalamah, dan Fitria Dwi Kristianto. Mereka dalam pendampingan Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Muhammad Wildan Affan, SE, MSA. Pelaksanaan PMM adalah wajib bagi mahasiswa aktif UMM.
Menurut Tia Astiarti Putri dilaksanakannya PMM 86 UMM untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang. (https://umm.ac.id). Sekaligus bentuk kontribusi mahasiswa UMM kepada masyarakat. Selain itu menjadi sarana mahasiswa menyalurkan berbagai kegiatan positif kepada masyarakat khususnya mitra PMM 86 UMM yaitu UMKM usaha kerupuk singkong di Jalan Margobasuki Gang Ulil Abshor No 44 RT:01/RW:03 Jetis Mulyagung, Dau, Kabupaten Malang.

Dijelaskan Tia Astiarti Putri UMKM merupakan tonggak utama bagi perekonomian di Indonesia, dalam memanfaatkan hal tersebut PMM 86 UMM menggandeng UMKM usaha kerupuk menghasilkan sebuah limbah yang akan memberikan eksternalitas bagi lingkungan. Nah hadirnya PMM 86 UMM berupaya menyelesaikan permasalahan tersebut dengan solusi mengubahnya menjadi produk pupuk cair.
Tahap pertama tim PMM 86 UMM bersama pelaku UMKM mengupas kulit singkong sebagai bahan utama pembuatan pupuk cair. Tujuannya untuk mencari bahan terbaik pupuk cair.

Mahasiswa PMM 86 UMM memberikan inovasi bagaimana pemanfaatan kulit singkong untuk menambah pendapatan, dengan memanfaatkan kulit singkong sebagai bahan utama pupuk cair.
Setelah kulit singkong dipisahkan, tahap selanjutnya mahasiswa PMM 86 UMM pencampuran kulit singkong dengan vitamin. Proses ini akan menghasilkan sebuah pupuk cair dari limbah kulit singkong.

Mahasiswa PMM 86 UMM packaging menggunakan botol bekas sebagai tempat dari pupuk cair. Dari program ini PMM 86 UMM memberikan dampak terciptanya pemanfaatan bagi masyarakat dan lingkungan serta UMKM kerupuk singkong. Hasil produk PMM 86 UMM adalah pupuk cair limbah kulit singkong yang dibagikan kepada masyarakat setempat.
Menurut Pak Haryanto warga sekitar yang berada di dekat UMKM kerupuk singkong mengatakan program PMM 86 UMM sangat bermanfaat karena mahasiswa mampu mengelola limbah menjadi sesuatu yang bisa dimanfaatkan kembali bahkan memiliki nilai jual. (rilis: pmm 86 umm gelombang 4)
