SMK Muhisa Datangkan Sakai Sensei Jepang, Optimalkan Bahasa-Skill Siswa
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Belajar langsung dari ahlinya, SMK Muhammadiyah 1 Kota Malang dikenal SMK Muhisa sekolah pusat keunggulan bidang kerja sama luar negeri mendatangkan langsung seorang guru bahasa dari Jepang. Hari ini, (12/12), melalui Kepala SMK Muhisa, Drs. Arif Efendi, memperkenalkan Sakai Sensei (guru sakai) yang akan mengajar bahasa Jepang program kuliah kerja di Alice International Collage (AIC) Jepang serta siswa SMK Muhisa untuk peningkatan keahlian bahasa Jepang. Sakai Sensei Jepang ini akan melaksanakan tugasnya sekitar dua bulan lamanya.

“Bagi yang ingin belajar, kuliah, kerja ke Jepang, salah satu sekolah yang sudah berpengalaman bisa mengantar ke Jepang adalah SMK Muhisa. Bahkan SMK Muhisa dalam program kuliah kerja di Jepang bersama Alice International Collage tersebut tanpa melalui perantara atau LPK,” ujar Arif Efendi.

Berdiri bertiga di atas panggung, Arif bersama guru Bahasa Jepang SMK Muhisa Lelita Septi Pratiwi, SS, memperkenalkan Sakai Sensei di hadapan seluruh kontingen siswa-siswi SMP/MTs Muhammadiyah se-Kota Malang yang akan berlomba. Ketiganya saling menyapa dan memperkenalkan diri dengan bahasa Jepang yang diterjemahkan oleh Leli.
Sakai Sensei dalam perkenalan diri mengaku bangga bisa bergabung dengan SMK Muhisa. Meskipun hanya dalam waktu dua bulan, Sakai Sensei akan membantu sekuat tenaga untuk menjadikan lulusan SMK Muhisa bisa kuliah dan bekerja di Alice International Collage Jepang dengan baik.

“Saya kepingin guru aslinya juga mengajar di SMK Muhisa supaya persiapan anak-anak lebih matang, selama dua bulan ini dia akan mengajarkan banyak materi sesuai jurusan kuliah yang anak-anak pilih yaitu keperawatan atau bisnis,” ucap Arif Efendi.
Arif Efendi juga menyebutkan, hal terpenting adalah peningkatan kemampuan berbahasa Jepang terlebih dahulu. Hadirnya Sakai Sensei akan memacu semangat belajar anak-anak dalam mempersiapkan keberangkatannya di Alice International Collage bulan April 2024 nanti.

Ini menjadi satu langkah persiapan yang dibuat agar ketika anak-anak berkuliah di Jepang sudah memiliki bekal yang lebih banyak dan bisa lulus N2 sebagai syarat bekerja dan memperoleh beasiswa. Akan memberikan gambaran dan bahasa, lulus dari kampus sudah menempuh N2, kalau sudah maka akan mempermudah saat bekerja.
“Saat di Jepang mau kerja apapun yang harus dikuasai pertama adalah bahasa, jika sudah maka akan mudah. Perkara skill akan dipoles lagi disana,” pungkas Arif Efendi yang pernah mengajar sebagai guru Bahasa Indonesia ini. (hamara)
