SDN Asrikaton 3 Pentas Seni Jadi Bukti PMM 57 UMM Sukses Proker Public Speaking
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Program kerja (Proker) pelatihan public speaking Pentas Seni Jadi Bukti yang di usung mahasiswa Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Kelompok 57 Gelombang 6 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di SD Asrikaton 3 Malang, tergolong sukses.
PMM Kelompok 57 Gelombang 6 UMM ini di bawah bimbingan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Ikhlasul Amallynda, ST, MT, dengan tim mahasiswa atas nama Miftahus Surur, Arya Daffa Syaifuddin, Alda Riesma Pitaloka, dan Rajendra Dwipa Adiyatma. Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

PMM Kelompok 57 Gelombang 6 UMM melaksanakan proker public speaking untuk siswa sekolah dasar berguna mengembangkan keterampilan berbicara di depan umum. Program ini bertujuan untuk membangun kepercayaan diri siswa, memberikan mereka keberanian untuk berbicara di depan orang banyak, dan meningkatkan kemampuan komunikasi mereka secara keseluruhan.
Pelatihan ini ditujukan untuk siswa SD. Program ini juga melibatkan para Guru berpengalaman di bidang public speaking yang berkompeten dalam mendukung perkembangan keterampilan komunikasi anak-anak.

Pelatihan ini berlangsung mulai dari 18 juli pertengahan juli hingga lima Agustus 2024. Setiap sesi dilaksanakan setiap hari senin sampai sabtu dengan durasi sekitar dua jam per sesi.Acara pelatihan diadakan di Sekolah Dasar Asrikaton 3 Malang, Tempat ini dipilih karena fasilitasnya yang memadai untuk kegiatan pelatihan dan pentas seni.
Pentingnya kemampuan berbicara di depan umum tidak bisa dianggap remeh. Dalam era komunikasi modern ini, keterampilan public speaking adalah kunci untuk sukses di berbagai aspek kehidupan. Melalui pelatihan ini, siswa diharapkan dapat mengatasi rasa gugup, membangun kepercayaan diri, dan mengasah keterampilan berbicara yang efektif. Program ini juga bertujuan untuk memberikan siswa platform untuk menampilkan kemampuan mereka dalam acara pentas seni yang diadakan di akhir program yaitu panggung pentas seni.
Program ini akan menggabungkan berbagai teknik pelatihan, termasuk simulasi berbicara di depan umum, latihan improvisasi, dan penampilan dalam acara pentas seni. Siswa akan diberikan umpan balik konstruktif dari pelatih dan mentor untuk membantu mereka terus berkembang. Pentas seni yang diadakan di akhir program akan menjadi momen puncak, di mana siswa dapat mempraktikkan keterampilan mereka di depan audiens yang lebih luas.

“Pentas Seni Jadi Bukti” tidak hanya sekedar program pelatihan, tetapi juga merupakan sebuah gerakan untuk membentuk generasi muda yang percaya diri dan komunikatif. Dengan memanfaatkan pentas seni sebagai alat, kami percaya bahwa siswa akan mendapatkan pengalaman langsung yang memperkuat keterampilan mereka. Kami berharap program ini akan menjadi batu loncatan bagi mereka untuk meraih kesuksesan dalam berbagai bidang di masa depan.
Program “Pentas Seni Jadi Bukti” diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, memotivasi siswa untuk terus mengasah keterampilan mereka, dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya untuk mengimplementasikan program serupa. (penulis/foto: pmm kelompok 57 gel 6 umm/editor: hamara)
