Salwa Atlit Panahan SMK Mutu Gondanglegi Raih Juara, Medali Pertama Bagi MAT
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG-Dari Lamongan ke Malang dari Al-Iman menuju Bin Baazz, itulah ungkapan yang disampaikan Fadhila Salwa Cahya Putri disapa Salwa sebagai atlit panahanan SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi atau SMK Mutu.
Menurut Salwa dirinya merupakan anggota ekstra Panahan di SMK Mutu Gondanglegi sejak setahun lalu dan sudah mengikuti beberapa event lomba panahan di Jawa Timur. Bahkan sempat menjadi wakil Kabupaten Malang dalam event Porprov Jawa Timur di Jember.
Pada Ahad 9/4 2023 menjadi tonggak sejarah bagi Salwa karena meraih medali pertama untuk ektra cabor panahan di SMK Mutu. Kerja keras dan latihan rutin akhirnya meraih medali pertama di kategori U-19 jarak 20 meter Horsebow di Rimayah Romadhon Bin Baazz Tlogo Waru Kota Malang.
Salwa mengatakan untuk meraih prestasi ini tidak sendirian setidaknya ada tujuh temannya yakni Alifa Dzatil, Aprilia Refa F, Naila, Fatih, Firly, Bahru Ulum, dan Syahrul yang semuanya kelas X. Sekitar tiga minggu persiapan dan latihan untuk menyambut lomba di Bin Baazz sedikit berbeda dengan event lain karena menggunakan system semi endurance.
Itu sebabnya dibutuhkan tenaga ekstra menjaga stabilitas bidikan dan kesehatan saat lomba. Melalui latihan terukur demi peningkatan setiap harinya, penskoringan yang di lakukan bersama coach Martono menjadi motivasi meraih poin tertinggi dalam event ini.

Sementara itu, Coach Martono pelatih Mutu Arcery Team (MAT) mengatakan selama latihan Salwa dan tim MAT selalu mengedapankan hasil dan selalu ada evaluasi sehingga dapat memperbaiki kesalahan yang tidak perlu dilakukan saat melepas arraws (busur). Dalam event Bin Baazz THB nya menggunakan system ramabah yang tidak menentu, hanya di tentukan dengan batas waktu, sehingga di perlukan latihan pengaturan tenaga kinetic sehingga saat berlomba tidak kehabisan tenaga.
Saat babak aduan, kata Coach Martono anak asuhnya di MAT, khususnya Salwa mendapat tantangan karena jarak biasa yang digunakan untuk berlatih tidak sama dengan standart panitia lomba. Sehingga ke depan Coach Martono akan mengatur latihan yang bervariasi terkait kondisi dan jarak.
Kata Coach Martono, Salwa adalah SMP Khoiru Ummah Malang di Sawojajar sebelumnya pernah belajar memanah saat masih di sekolah menengah pertama namun kemampuannya belum terlihat dan terasah. Sehingga awal ikut kegiatan ekstra lebih sering menjadi pendiam.
Namun ketika di SMK Mutu kesempatan untuk berprestasi dan membanggakan orang tua menjadi motivasi untuk lebih semangat berlatih. Hasilnya Salwa medali perunggu atau juara tiga. Perjalanan Salwa menuju juara 3 memanah ini dilakukan melalui tiga tahapan pertandingan.
Pertama adalah tahapan endurance untuk mengumpulkan score pertama. Tahap kedua penentuuan endurance. Tahap ketiga tahap penentuan maju ke babak aduan.
Sejkedar diketahui, siswa Jurusan DKV ini memilih SMK Muhammadiyah 7 Gondangelgi (SMK Mutu) karena ingin menjadi dokter di bidang desain visual, dan melalui Mutu Archery Team (MAT) Salwa mengikuti Kegiatan ekstra Panahan setelah sekian lama merasa dirinya belum berbuat sesuatu untuk orang tuanya. Mulai ikut kegiatan yang membutuhkan keseriusan dalam berlatih Salwa mulai dapat memanajemen waktu antara Sekolah, mesantren dan latihan.
Sungguh harus dapat membagi waktu dan konsentrasi dengan sebaik baiknya tanpa gangguan dari hal hal yang tidak berguna. Rasa senang dan bangga ketika dapat meraih peringkat 3 di event yang kedua Salwa ikut juga menjadi bukti bahwa semua siswa yang focus dan tekun latihan serta semangat pasti dapat berhasil. Dua kali ikut Lomba semuanya langsung melaju ke babak aduan bukan hal yang mudah namun jam terbang tetap menjadi penentu bagi setiap atlet.
Dalam bulai Mei mendatang akan ada event FORDA I Jatim dilaksanakan di Kota Malang. Harapannya dapat menjuarai event forda ini dan lanjut hingga FORNAS di Jakarta. Kedepan Salwa juga berharap dapat ditambah sarana prasarana latihan di sekolah, latihan variasi dan semoga di tambah dengan latihan berkuda yang menjadi primadona para archer. (rilis: humas smk mutu/co-editor: hamara)
