Saiful Bos Sapi Tuban Omzet Rp 1,5 Miliar, Alumni Ekonomi Pembangunan UMM Ilmunya Paten
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG-Muhammad Saifullah, alumni Prodi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang menjadi inpsirasi masyarakat milenial yang ingin sukses muda seperti dirinya. Syarat awalnya berkuliah di Ekonomi Pembangunan UMM lalu terapkan ilmu mata kuliahnya, sukses menjadi juragan sapi di Desa Mojomalang, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban.
Itulah opening Saiful-nama panggilan Muhammad Saifullah-mahasiswa angkatan 2018 tersebut menggeluti dunia jual beli sapi 2017 ketika dirinya masih duduk dibangku sekolah menengah atas. Saat memulai usaha masih dipandu orang tuanya dengan ilmu tradisional bisnis sapi manual.

Begitu Saiful kuliah di Ekonomi Pembangunan UMM mendapatkan ilmu dari berbagai mata kuliah. Dari sinilah bisnis sapinya mulai berkembang karena ada pengaruh beberapa teori tentang bisnis dan usaha. Yakni matkul kewirausahaan, ekonomitrika, dan statistik.
Secara umum matkul KWU lebih membimbing Saiful bagaimana memperluas market bisnis sapinya, dikembangkan seperti apa, sasaran market mana, dan konsumen yang seperti apa. Sedangkan ekonometrika dan statistik untuk mengejar laba bersih.
Bukan itu saja, Saiful juga banyak menerapkan mata kuliah tersebut untuk memenangkan hati konsumen di tiga provinsi. Yakni Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Caranya dengan inovasi pelayanan serta komunikasi terhadap konsumen.

Pelayan dimaksud konsumen dijadikan utama kenyamanan, harga di bawah kompetitif di bawah pasar di tiga provinsi ini, bahkan khusus wilayah Jatim gratis biaya pengiriman tanpa minimal pembelian. Memenangkan persaingan pasar ini ada terobosan inovasi yang diterapkan.
Salah satu inovasi dimaksud adalah pakan sapi milik Saiful menggunakan pakan fermentasi yang dibuat sendiri. Bahan yang digunakan tetes tebu, garam, ampas tahu, kulit kedelai, kulit kopi, dan kangkung kering. Bahan pakan ini lebih mudah didapatkan dari pada pakan hijauan. Pakan ini berasal dari penyuluh peternakan akhirnya cocok diteruskan hingga sekarang.
“Pakan hijauan tetap kami gunakan sebagai pelengkap saja yang diberikan sapi ketika sore hari. Hal ini untuk menjadikan daging sapi lebih empuk,” ujar mantan anggota BEM FB UMM ini.

Sukses Syaiful Jadi Miliader Ini Awalnya
Menurut Saiful modal awal bisnis sapinya sekitar Rp 300 juta. Modal ini digunakan pembelian sapi serta kandang. Sekarang bisnis sapi yang ditekuninya per enam bulan (satu semester) laku 100 ekor dengan omzet antara Rp 700 juta–Rp 1 miliar. Jika setahun omzet rata-rata yang didapatkan Rp 1,5 miliar-Rp 2 miliar. Awal mula hanya memiliki 12 ekor sapi sekarang sudah berkembang menjadi 150 ekor sapi dengan kapasitas kandang 250 ekor sapi.
Saiful mengakui manfaat kuliah di jurusan prodi Ekonomi Pembangunan UMM, meskipun belum se-idealis akademik yang dipelajari. Ini membuktikan bahwa untuk sukses membtuhkan banyak ilmu dari sumber manapun. Bisa dari akademik saat kuliah serta pengalaman saat terjun langsung menggeluti dunia bisnis. Dua ilmu tersebut saling melengkapi untuk meraih kesuksesan.

Masih tentang manfaat, kehadiran Saiful dalam bisnis sapi ini juga meberikan manfaat bagi warga sekitarnya dengan menjadikan mereka pegawai di bisnis sapinya. Dari awal hanya dua karyawan sekarang sudah berkembang menjadi empat orang. Karyawan ini bertugas mengurus pakan sapi, membersihkan kandang, merawat kesehatan sapi, hingga pengiriman.
Di balik kisah sukses ini, Saiful bercerita tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya ketika wabah PMK (Penyakit mulut-Kuku) beberapa waktu lalau menyerang sapi-sapi miliknya hingga mengalami turun profit 50 persen. Namun semua itu bisa diatasi dan dilalui hingga saat ini keadaan sudah normal kembali. (rilis: humas ekonomi pembangunan/editor: doni osmon)
