Saat SPAB, SMK Muda Diguncang Gempa-Kebakaran
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Panik, terjatuh, ada yang berlari menuruni tangga, ada yang terluka, berdarah, hingga menangis sejadi-jadinya. Itulah kondisi yang dialami langsung oleh siswa dan guru SMK Muhammadiyah 2 Malang populer disebut SMK Muda, ketika simulasi sebagai SPAB (Satuan Pendidikan Aman Bencana) yang dilaksanakan antara MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) PWM Jatim, dengan Maharesigana (Mahasiswa Relawan Siaga Bencana) Universitas Muhammadiyah Malang.

Kondisi mencekam ini, dijelaskan Direktur PPDB SMK Muda, Muhammad Wahid Ramadhan, S.Pd, usai mengikuti simulasi tanggap bencana gempa bumi dan kebakaran di sekolahnya (8/12). Simulasi untuk mewujudkan SMK Muda sebagai Amal Usaha Muhammadiyah kategori SPAB.

Menurut Wahid, program SPAB di SMK Muda berlangsung selama lima hari. Sejak Senin-Kamis di isi materi tentang teori tanggap bencana dengan peserta sebagian guru dan tendik (tata usaha), siswa terpilih. Puncaknya Jum’at langsung implementatif dari teori tersebut bagaimana proses penyelamatan atau penanganan menghadapi situasi jika terjadi gempa dan kebakaran di satuan pendidikan.

Diantara bagaimana pencarian korban, pertolongan pertama pada korban, mengangkat tandu, dibopong hingga penyelamatan korban kebakaran.
“Alhamdulillah kegiatan ini berlangsung lancar, hasilnya penyerahan sertifikat SMK Muda sebagai Satuan Pendidikan Aman Bencana,” pungkas guru yang pernah menjabat Waka Kesiswaan ini. (humas/don)
