Ridho Arek FK UMM, Finalis Duta Putera Puteri Kampus Jatim
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Kembali mengikuti ajang perdutaan, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (FK UMM) berhasil lolos ke semifinal (18/12). Berkenalan dengan Ridho Ade Nugroho, mahasiswa FK UMM angkatan 2022 maju ke babak semifinal (finalis) dalam ajang pemilihan Putera Puteri Kampus Jawa Timur 2024.
Akrab disapa Ridho, mahasiswa kedokteran yang memiliki ketertarikan lebih dalam ajang perdutaan. Ridho bercerita, di tahun sebelumnya (2022) dirinya dinobatkan sebagai Duta Olahraga Kota Balikpapan dengan predikat juara intelegensia.
“Untuk tahun ini saya coba ikut pemilihan Duta Putera Puteri Kampus Jatim dengan pengalaman sebelumnya di duta olahraga.” ujar Ridho.

Adapun tes yang dilakukan sampai proses ini ada beragam. Ridho menyebutkan ada tiga jenis tes atau penilaian. Pertama yaitu tes grooming atau penilaian yang berdasarkan pada penampilan dan tindak tanduk seperti cara berjalan, bersalaman, tutur kata dan masih banyak lagi. Kedua yaitu tes tulis terkait pengetahuan umum. Terakhir adalah interview dengan empat sub bahasan yaitu personality, organitation, grooming, dan attitude.
Sejauh ini Ridho melakukan semuanya dengan usaha yang masksimal. Tidak lupa dirinya meminta restu dari kedua orang tuanya agar dimudahkan berprestasi.
“Tentunya saya senang dan bangga atas pencapaian saya sampai saat ini, namun saya harus tetap fokus untuk di babak semi finalis. Sebelum lolos persiapan saya yang pertama adalah meminta restu dan doa dari kedua orang tua saya. Selanjutnya juga menyiapkan materi yang akan di nilai. Sesudah lolos tentunya saya harus terus belajar dan memperbaiki kekurangan sebelumnya.” jelas Ridho.

Semua itu dilakukan Ridho dengan senang hati karena juga sejalan dengan minatnya. Hal lainnya yang menambah semangat dirinya adalah dukungan dari kampus (FK UMM) dalam bentuk apresiasi dan pengarahan.
Sebagai mahasiswa Ridho merasa perlu memberi solusi atas permasalahan di sekitarnya. Belakangan ini banyak diberitakan kasus bunuh diri. Sehingga dalam ajang ini Ridho mencoba membuat program bernama BalanSEI (Balance Spiritual, Emotional, and Intelectual) yang terfokus bukan hanya pada sisi kepintaran, namun cerdas secara Spiritual, Emosional, dan Intelektual.
“Mahasiswa memiliki peran kunci dalam bermasyarakat. Mereka dapat menjadi agen perubahan dengan aktif terlibat dalam kegiatan sosial, mengedepankan nilai-nilai keadilan, dan mempromosikan pendidikan sebagai sarana pemutusan siklus kemiskinan. Melalui partisipasi aktif, mahasiswa dapat membentuk pemikiran kritis, menciptakan kesadaran sosial, dan menjadi inspirasi bagi perubahan positif di tengah masyarakat.” tutup Ridho. (humas fk umm/hamara)
