PW Nasyiatul Aisyiyah Lampung Gelar Darul Arqam
TABLOIDMATAHATI.COM, BANDAR LAMPUNG — Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Provinsi Lampung kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi perempuan muda yang tangguh dan berdaya melalui penyelenggaraan agenda perkaderan tingkat wilayah. Kali ini, PWNA Lampung secara resmi menggelar kegiatan Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah (DANA) 3 yang dirangkaikan dengan Latihan Instruktur Nasyiatul Aisyiyah (LINA) 2. Berlangsung selama dua hari, yakni pada awal Juli 2026, perhelatan edukatif dan inspiratif ini dipusatkan di Kampus 2 Universitas Muhammadiyah (UM) Lampung. Kegiatan ini menjadi kawah candradimuka bagi para kader Nasyiatul Aisyiyah yang datang dari berbagai penjuru daerah di Provinsi Lampung untuk mengasah kapasitas kepemimpinan, keislaman, dan kemampuan instruksional mereka.
Ketua PWNA Lampung, Ani Lidyawati, dalam sambutan pembukaannya merinci antusiasme para peserta yang hadir dalam agenda krusial ini. Ia menyebutkan bahwa total peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan ini berjumlah 41 orang, yang terbagi atas 21 peserta untuk program DANA 3 dan 20 peserta untuk program LINA 2. Para kader perempuan muda ini merupakan perwakilan dari sepuluh Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) di Lampung, yang meliputi Kabupaten Lampung Timur, Lampung Selatan, Lampung Utara, Lampung Tengah, Tulang Bawang, Kota Metro, Pringsewu, Tanggamus, Mesuji, dan Pesawaran. Kendati demikian, Ani juga memberikan catatan evaluasi terkait beberapa daerah yang pada kesempatan kali ini belum dapat mendelegasikan perwakilannya, seperti Way Kanan, Pesisir Barat, Lampung Barat, Kota Bandar Lampung, dan Tulang Bawang Barat, yang diharapkan dapat berpartisipasi penuh pada gelombang perkaderan selanjutnya.
Lebih lanjut, Ani Lidyawati menegaskan bahwa agenda perkaderan tahun 2026 ini tidak sekadar rutinitas organisasi, melainkan membawa misi besar yang terangkum dalam tema utama, yakni “Transformasi Perempuan Muda Menuju Nasyiatul Aisyiyah Lampung Berdaya.” Melalui tajuk tersebut, PWNA Lampung bertekad untuk memfasilitasi sebuah perubahan paradigma serta peningkatan kapasitas para kader agar lebih adaptif dan inovatif. Semangat transformasi ini dinilai sangat relevan dengan tuntutan zaman yang mengharuskan perempuan muda Muhammadiyah untuk tidak hanya mahir di ranah domestik, tetapi juga mampu mengambil peran-peran strategis di ruang publik. Oleh karena itu, pembekalan materi dalam DANA 3 dan LINA 2 dirancang sedemikian rupa untuk membangun fondasi intelektual dan spiritual yang kokoh bagi para peserta.
Dalam pidatonya, Ani juga menyentuh sisi humanis dan realitas sosiologis yang kerap menjadi dinamika tersendiri dalam proses perkaderan Nasyiatul Aisyiyah. Ia secara terbuka menyoroti ragam tantangan khas perempuan yang kerap menjadi ujian dalam menjalankan amanah organisasi. Berbagai kendala tersebut mulai dari keharusan mendapatkan restu atau izin dari suami, persoalan keluarga seperti anak yang sedang jatuh sakit, hingga pemandangan mengharukan di mana sejumlah peserta tetap bersemangat mengikuti materi pelatihan sembari membawa serta merawat balita mereka di lokasi kegiatan. Realitas ini, menurut Ani, bukanlah sebuah hambatan yang harus diratapi, melainkan justru menjadi bukti nyata betapa besar dedikasi dan militansi para kader perempuan muda Nasyiatul Aisyiyah dalam menjaga denyut nadi persyarikatan. (tri priyo saputro/rilis grup media afiliasimu)
