MEBP Kabupaten Malang WorkshopTematikRiset Pasar Dalam Pengembangan Kewirausahaan Murid SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen
KEPANJEN – Majelis Ekonomi Bisnis Pariwisata (MEBP) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang sharing wawasan bisnis kepada siswa SMK Muhammadiyah 2 Kepanjen (Musake). Hadir sebagai pemateri adalah Ketua Divisi Industri, Perdagangan, dan Pengolahan Pangan MEBP Kabupaten Malang, H. Achmad Hidajatullah, S.Pd, MM.
Materi yang disampaikan ustadz Maman -begitu Achmad Hidajatullah disapa- ada tiga materi utama yang mesti dipelajari oleh siswa MuSaKe agar sukses dalam wirausaha. Pertama, riset pasar, kedua membuat bisnis plan model canvas, serta ketiga verifikasi produk melalui prototipe.

Sekedar diketahui ustadz Maman mengatakan kehadiran sebagai pemateri tersebut berdasarkan surat tugas MEBP Kabupaten Malang No. 072/III.8/G/2026, yang ditandatangani Ketua MEBP Drs. Moch Nurshodiq dan Sekretaris Muhammad Farhan Aditya Putro, SH.
Penyampaian tiga materi tersebut dijelaskan ustadz Maman disambut atntusias oleh siswa MuSaKe dengan banyak bertanya tentang bagaimana bisnis plan, survei pasar dan prototipe produk. Bahkan pasa siswa langsung menyambut untuk praktek dengan spirit kewirausahaan.
Bisnis plan yang diajukan siswa diantaranya mie daun kelor, yoghurt, phone holder, serta jasa design visual. Setelah mendapatkan feedback dan mempelajari materi yang ada, produk unggulan dimodifikasi sedemikian rupa sehingga pasca workshop akan ada perubahan ke arah yang lebih baik.

Dari workshop ini, ustadz Maman berharap produk-produk siswa MusaKe bisa ditampilkan di forum yang lebih luas dan dipasarkan di luar serta bisa bersaing dengan produk lain pada umumnya di pasar.
Sebab, ketika menyampaikan materi riset pasar juga diajarkan bagaimana Nielsen sebagai lembaga riset internasional bisa menjual data riset dengan harga miliaran ke customer di beberapa perusahaan multinasional.
Sedangkan saat materi bisnis plan, siswa MuSaKe diajarkan secara ringkas bagaimana membuat rencana bisnis baik produk atau jasa dengan simpel namun memiliki makna yang mendalam. Terakhir, dari materi prototipe, disampaikan bagaimana calon produsen membuat prototipe awal sehingga bisa mengurangi potensi kehilangan yang lebih besar.
“Kami sampaikan terima kasih semua pihak yang sudah mendukung workshop ini. Ketua MEBP Kabupaten Malang ustadz Nurshodiq dan pimpinan lainnya untuk memberikan kesempatan berbagi ilmu yang ada,” closing ustadz Maman. (divisi publikasi mebp kabupaten malang/don)
