Profil Ponpes Tahfidz Al-Ma’waa Sumberpucung, Mitra Smamuda Belasan Tahun
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG- Yayasan Pondok Pesantren Tahfidz Al-Ma’waa, Jl. Pahlawan RT. 07/ RW. 02 Jatiguwi Sumberpucung, Kabupaten Malang, merupakan pondok pesantren modern yang mempunyai hubungan khusus dengan SMA Muhammadiyah 2 Sumberpucung populer disebut Smamuda.
Hal ini disampaikan Bagian Pengasuhan Santri Pondok Pesantren Al-Ma’waa ustadz Ujang Tajul Aripin S.HI, M.Pd, bahwa ponpes tersebut berdiri sejak tahun 2009. Sejak berdiri hingga saat ini ponpes tahfidz Al-Ma’waa sudah bekerja sama dengan Smamuda.

Kerja sama tersebut dikatakan ustadz Ujang khususnya dalam bidang pendidikan. Sebab santri yang hendak melanjutkan ke pendidikan menengah atas langsung diterima sebagai siswa Smamuda. Selain kerjasama dengan Smamuda, ponpes Al-Ma’waa juga bekerja sama dengan SD Muhammadiyah-SMP Muhammadiyah Sumberpucung.
Alhamdulillah, begitu ucap syukur ustadz Ujang ponpes Al-Ma’waa terus berkembang. Bahkan saat ini ponpes sedang dalam fase pembangunan gedung baru. Calon bangunan baru ini memiliki tempat yang strategis sangat representative untuk para penghafal Al Qur’an. Pembangunan gedung baru ini ditargetkan selesai dalam kurun waktu dua tahun.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Al Ma’waa ustadz Hadi Santosa, S.Pd menjelaskan pondok Al Ma’waa menampung sebanyak 36 santri dan tiga pengasuh harian. Dari 36 santri sebelas diantaranya tercatat sebagai siswa Smamuda Sumberpucung.
Program tahfidz pondok Al Ma’waa tersebut santri diajarkan tentang aqidah, ahlaq, fiqih, nahwu sorof, khitobah dan beladiri Tapak Suci yang sangat penting untuk bekal di masa depan. Selain itu santri juga mengikuti dua progam unggulan yaitu mencetak Hafidz Qur’an Mutqin dan Mubalig.
Progam tahfidz ini ditunjang dengan adanya metode UMMI. Melalui metode UMMI diharapkan santri yang menghafal Al Qur’an akan terjaga bacaan-nya karena telah diperbaiki makhraj dan tajwid-nya.

Nah, kata ustadz Hadi bagi santri yang telah hafal 2 juz dan terpilih akan dijadwal sebagai imam shalat jama’ah serta imam shalat tarawih. Terkait program muballig para santri diajarkan bagaimana caranya public speaking dengan baik dan benar. Memprkuat program muballigh santri dilatih menyampaikan kulkas (kultum ringkas) subuh, muhadarah, Sekadema (sedikit kata banyak makna) dan bahkan khutbah Jum’at bagi santri yang dianggap memenuhi kriteria.
Program tersebut bertujuan mengasah mental santri agar lebih pecaya diri dan bisa lancar berkomunikasi menyampaikan materi dakwah di masyarakat.
Pengasuh harian ponpes Al Ma’waa ustadz Isfaul Mufid S.Pd menambahkan keseharian santri telah terjadwal sangat sistematis. Mulai dari bangun pagi yakni pukul 03.00 dini hari para santri melaksanakan shalat tahajud. Dilanjutkan dengan muraja’ah surah pilihan sekaligus menunggu shalat subuh.
Usai shalat subuh kulkas (kuliah ringkas) yang telah di jadwalkan bagi setiap santri. Di pagi harinya-pun para santri program kedisiplinan dengan piket harian per kelompok, olah raga, mandi dan sarapan lantas berangkat ke sekolah.

Ponpes Al Ma’waa menyediakan kendaraan antar jemput sekolah khusus santri. Kegiatan KBM dan tahfidz berlangsung di sekolah, baik SMP maupun SMA. Sepulang sekolah para santri diwajibkan untuk makan siang dan dilanjut dengan istirahat sampai waktu ashar.
Hal ini agar dapat menghilangkan penat dan lebih siap melanjutkan aktivitas berikutnya. Di sore hari dijadwalkan untuk membaca Al Qur’an, piket bagi kelompok yang terjadwal, sekadema dan tasmi’. Terkhusus sekadema dan tasmi’ ini rutin dilakukan pada sore hari dan terjadwal sitematis.
Perlu diketahui, lanjut ustadz ustadz Isfaul, program Sekadema merupakan ceramah singkat semenit yang di upload dalam medsos Pondok Pesantren Al Ma’waa. Program tasmi’ dilakukan secara berkelompok dan live streaming di channel youtube Al Ma’waa Foundation.

Kegiatan santri saat malam hari, kata ustadz Isfaul pembentukan kedisiplinan santri masih berlanjut. Usai shalat maghrib para santri mengikuti pelajaran pondok seperti nahwu, sorof, ahlaq, aqidah. Setelah pelajaran santri di bolehkan makan hingga menjelang shalat isya’. Setelah shalat isya’ jadwal belajar pelajaran sekolah sampai pukul 19.30. Menjelang tidur para santri juga harus melanjutkan dengan rutinan malamnya, yakni shalat sunnah syukrul wudlu, membaca surah Al Mulk dan menyetorkan mufradat Bahasa Arab ke para asatid.
Rona May Ludy sebagai perwakilan santri yang telah lama modok di Al Ma’waa, keseharian santri Al Ma’waa tidak pernah merasa lelah atau bosan dengan hal itu. Karena kegiatan tersebut bertujuan agar setiap alumni dari pondok pesantren Al-Ma’waa menjadi insan yang berkualitas dan bermanfaat di masyarakat. Seperti jargonnya Santri Al Ma’waa, Bertaqwa, Ber-ahlaq, Berprestasi dan Siap Menjadi Pemimpin Negeri. (penulis adalah siswa Smamuda wartawan pelajar: ca’ hud/editor: hamara)
