Prodi Fisioterapi UMM-Pemkab Bojonegoro Kolaborasi Program Kemandirian Lansia
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Momentum peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2025 mengusung tema “Lansia Bahagia, Indonesia Sejahtera”, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (14/6) 2025).
Hadir dalam agenda koordinasi di Rumah Dinas Bupati Bojonegoro, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) UMM, Rakhmad Rosadi, SST.Ft., Ftr., M.Sc., Ph.D, mewakili Program Studi S1 Fisioterapi dan Profesi Fisioterapis, serta Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom, selaku Dekan FIKes UMM.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh Dr. Hj. Sri Budi Cantika Yuli, atau yang akrab disapa Bu Cantika Wahono, selaku Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Bojonegoro. Dalam sambutannya, Bu Cantika menyampaikan apresiasi atas komitmen UMM dalam mendukung pelaksanaan HLUN 2025. Bahwa momentum HLUN bukan hanya seremoni tahunan, namun upaya nyata meningkatkan kualitas hidup dan aktivitas fungsional para lansia.
“Kami berharap HLUN bukan hanya menjadi gaung tahunan, melainkan gerakan yang berdampak langsung, menciptakan lansia yang aktif, sehat, dan mandiri,” ujar Bu Cantika Wahono.

Di tempat yang sama, Rakhmad Rosadi menjelaskan bahwa fisioterapi berperan penting dalam menjaga dan meningkatkan kemandirian lansia. Pentingnya pendekatan inovatif dalam program-program kesehatan bagi lansia, yang tidak hanya menggunakan teknik konvensional tetapi juga mengintegrasikan aktivitas sehari-hari agar lebih menyenangkan dan berkelanjutan.
“Latihan fisioterapi bersifat rutin dan jangka panjang. Jika disesuaikan dan dimodifikasi, maka lansia dapat menjalani latihan tanpa tekanan, bahkan secara tidak sadar. Ini menjadi kunci menjaga kualitas hidup mereka,” ujar Rakhmad Rosadi.
Rakhmad mengatakan bahwa program ini akan menjadi media pembelajaran klinis bagi mahasiswa fisioterapi UMM. Selain praktik langsung, mahasiswa juga akan melakukan observasi dan penelitian untuk memetakan permasalahan dan kebutuhan lansia di wilayah Bojonegoro secara lebih komprehensif.
Dekan FIKES UMM, Prof. Yoyok Bekti Prasetyo menegaskan kolaborasi ini merupakan wujud kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat. “Kampus harus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penghasil lulusan berkualitas, tapi juga sebagai pusat solusi dari permasalahan sosial, ekonomi, hingga kesehatan. Ini adalah semangat pengabdian yang terus kami bangun,” tegasnya.
Sinergi antara UMM dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antara akademisi dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan lansia secara berkelanjutan. (humas prodi fisioterapi umm)
