PMM UMM Modul Nusantara Kebhinekaan di Taman Rekreasi Sengkaling
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Mahasiswa Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) batch 3 kelompok A inbound Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang didampingi oleh Dosen Modul Nusantara Bapak Abdurrahman Muzakki, M. Pd dengan Liaison Officer (LO) Ramadhani Ayu Veirimitha dan Anggun Rahmayanti, melakukan kegiatan modul nusantara kebhinekaan pada Sabtu (07/10/2023) di Taman Rekreasi Sengkaling UMM yang terletak di Jl. Raya Mulyoagung No. 188, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
Sengkaling menyediakan berbagai macam wahana dan wisata air yang tentunya sangat cocok untuk dijadikan objek rekreasi. Modul kebhinekaan “Dialog lintas tradisi(adat istiadat dan toleransi bersama) daerah masing-masing”.
Tujuannya untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang tindakan saling menghargai antar umat beragama, dimana tidak peduli apapun agama yang dianut antar masyarakat harus saling menghargai satu sama lain dan menambah wawasan terkait adat istiadat dari berbagai daerah masing-masing. Berikut beberapa diantaranya seperti :
- Adat istiadat Sulawesi Selatan
Berbicara mengenai kebudayaan Sulawesi Selatan berarti mengenal adat kebudayaan yang ada di seluruh daerah Sulawesi Selatan. Di Sulsel terdapat banyak etnis dan suku tapi yang paling mayoritas adalah Suku Makassar, Bugis dan Toraja. Demikian juga dalam pemakaian bahasa sehari-hari, ketiga etnis tersebut lebih dominan. Bahkan Kebudayaan yang paling terkenal hingga keluar negeri ialah Budaya dan adat Tana Toraja yang khas dan menarik.
Selain itu, untuk rumah adat di Sulsel yang berasal dari ketiga daerah Makassar, Bugis dan Tana Toraja memiliki arsitektur yang hampir sama bentuknya. Rumah-rumah tersebut dibangun di atas tiang-tiang sehingga rumah adat yang ada memiliki kolong dibawahnya.
- Adat istiadat Sumatera Utara
Salah satu marga yang ada di Sumatra Utara ialah Batak Toba. Masyarakat Batak Toba di Sumatra Utara memiliki sebuah tradisi yang cukup ekstrem, yaitu Manggokkal Holi. Tradisi merupakan sebuah upacara adat untuk memindahkan tulang belulang leluhur untuk dikumpulkan di suatu tempat.
Masyarakat Batak Toba meyakini bahwa kematian bukan merupakan akhir perjalanan hidup, melainkan sebuah tahap tertentu untuk mencapai kesempurnaan. Tulang atau kerangka yang diambil biasanya dibersihkan kembali dengan jeruk purut. Setelah itu, tulang-tulang atau kerangka tadi dikuburkan di tempat yang dianggap suci, yaitu Tondi.
- Adat istiadat Papua
Berbicara tentang Papua, pastinya identik dengan pemandangan alamnya yang sangat indah dan kekayaan sumber daya alamnya yang melimpah. Sayangnya, tak banyak orang tahu tentang kekayaan budaya dan seninya yang sangat menarik, seperti tarian, alat musik, hingga tradisi atau adat istiadat. Berbicara tentang adat istiadat, Papua mempunyai berbagai keunikan yang menjadikan hal tersebut sebagai ciri khas masyarakat di sana.
Di Papua, terdapat sebuah tradisi yang dapat dikatakan ekstrem yang biasa disebut Iki Palek atau tradisi memotong jari. Tradisi ini dilakukan oleh para anggota Suku Dani. Meskipun bagi kebanyakan orang terdengar menyeramkan, tradisi ini mempunyai makna dan filosofi yang dalam bagi para anggota Suku Dani. Tradisi ini dilakukan untuk menunjukkan rasa setia dan rasa kehilangan yang mendalam terhadap anggota keluarga yang baru saja meninggal. (rilis: pmm pgsd umm)
