PMM 74 UMM Sosialisasi Permainan Tradisional Pada Siswa TK Sunan Giri 2 Merjosari
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang kelompok 74 gelombang 7 (PMM 74 UMM), bepartisipasi untuk memperkenalkan permainan tradisional di TK Sunan Giri 2 Merjosari sebagai bentuk identitas bangsa. Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini adalah untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang.
Kegiatan pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa atau yang bisa di singkat (PMM), merupakan kegiatan wajib yang diikuti oleh seluruh mahasiswa umm kelompok 74 gelombang 7 yang memberikan edukasi kepada anak – anak TK Sunan giri 2 dengan memperkenalkan Kembali permainan Tradisional.

Kelompok formasi tim PMM kelompok 74 gelombang 7 yang terdiri dari Naurah Fathiyah,Zaky Zamani Alfaridzi , Preditha ,Linka dan Andi galang yang di bawah pendamping dosen lapangan (DPL) Dr.Fauzik Lendriyono,.Sos.M,.Si yang membimbing untuk melaksanakan kegiatan dengan baik. Permainan Tradisional saat ini sudah banyak di lupakan dan tentunya juga sudah jarang anak- anak mempermainkan permainan Tradisionan.
Karna itu permainan tradisional ini dipilih untuk melestarikan dan juga mempertahankan identitas bangsa, dan juga sangat penting untuk mewujudkan pada generasi selanjutnya .permainan tradisional sudah sangat terlupakan dengan seiring berjalannya waktu dan juga di tengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Dan itulah alasan yang pertama kelompok 74 gelombang 7 PMM Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

Memperkenalkan permainan tradisional,mereka mengajarkan permainan congklak,plastisin dan juga ular tangga.
Alasan yang kedua kelompok 74 gelombang 7 PMM UMM mengambil tema “permainan tradisional” adalah menguatkan Kembali identitas budaya, dan menanamkan lagi rasa cinta tanah air air sejak dini.dan juga sebagai bentuk penguatan jati diri.karna permainan tradisional tidak sepenuhnya sebagai hiburan akan tetapi menjadi sarana hiburan akan tetapi menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda dalam memahami nilai-nilai kebersamaan,ketekunan,Kerjasama,dan juga persaudaraan .dan yang terakhir menjadi keseimbangan antara tradisi dan teknologi agar anak-anak muda tidak terlalu terobsesi dengan gadget. (rilis: kelompok 74 gelombang 7 PMM UMM
