PMM 65 UMM Pengecatan Ulang TK Dharma Wanita Persatuan 01 Wonosari
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Kegiatan (26/07/2024) Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang dilakukan di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang oleh kelompok 65 gelombang 5 yang beranggotakan Hilda Ali (2022-052), Diva Yusnanda T. (2022-055), Khoirun Nisai’ A. N. (2022-038), Wahyu Prastyo (2022-159), Annisa’ Noor F. (2022-034) dan dibimbing oleh Luqman Dzul Hilmi, SE., MBA selaku dosen pembimbing lapangan. Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengimplementasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Salah satu program kerja mahasiswa PMM UMM kelompok 65 Gelombang 5 adalah pengecatan ulang TK Dharma Wanita Persatuan 01 Wonosari, dalam melaksanakan kegiatan pengecatan ini dilakukan secara berkala karena pada saat pengecatan membutuhkan waktu untuk cat yang sudah diaplikasikan tersebut kering.
Pengecatan ulang ini adalah program kerja dari upaya kami untuk terus menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inspiratif bagi anak-anak. Program ini dilakukan dengan tujuan utama memperbarui tampilan fisik sekolah agar lebih indah dan menarik bagi para siswa, guru, dan orang tua. Menurut kami dengan pengecatan ulang akan memberikan suasana yang kondusif dan memberikan pengaruh positif terhadap proses belajar mengajar, serta menambah kreativitas dan semangat anak-anak dalam mengeksplorasi dunia di sekitar mereka.
Pengecatan ulang ini dimulai pada tanggal 26 Juli 2024 dan selesai pada 9 Agustus 2024 yang mencakup seluruh ruangan kelas yang ada di TK tersebut. Selama proses pengecatan ulang ini, kami melibatkan berbagai pihak terutama para guru untuk memastikan bahwa pekerjaan ini dilakukan dengan hasil yang memuaskan. Pemilihan warna tidak dilakukan sembarangan. Warna-warna yang dipilih disesuaikan denga warna asli dari ruangan tersebut untuk memudahkan dan mempercepat proses pengecatan.

Salah satu kendala utama yang sering dihadapi dalam proses pengecatan ulang di TK adalah gangguan pada struktur bangunan. Kondisi dinding yang tidak ideal, seperti adanya retakan, lapisan cat lama yang mengelupas, dan juga adanya lubang pada dinding yang menjadi hambatan dalam mendapatkan hasil pengecatan yang optimal. Retakan pada dinding perlu diperbaiki terlebih dahulu sebelum proses pengecatan dimulai, karena jika diabaikan, retakan tersebut dapat mempengaruhi daya tahan cat baru dan menyebabkan kerusakan lebih lanjut.
Selain itu, lubang di dinding juga perlu ditambal dengan plamir karena akan memengaruhi pemandangan dan jika tidak ditangani maka menjadi semakin parah. Oleh karena itu, sebelum pengecatan dilakukan, diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi struktur bangunan dan mungkin juga memerlukan perbaikan tambahan. Proses ini tidak hanya memakan waktu tetapi juga bisa meningkatkan biaya keseluruhan proyek, sehingga perencanaan dan anggaran yang matang sangat penting untuk mengatasi masalah ini dengan efektif.
selain itu Gangguan terhadap kegiatan belajar mengajar menjadi salah satu tantangan utama dalam pelaksanaan pengecatan ulang di TK. Proses pengecatan yang memerlukan akses ke berbagai ruangan dan area sekolah sering kali menyebabkan gangguan pada rutinitas harian. Untuk meminimalkan gangguan ini, penting untuk merencanakan jadwal pengecatan yang tidak berbenturan dengan jam sekolah atau memanfaatkan liburan sekolah sebagai waktu pelaksanaan. Meski demikian, pengelolaan waktu dan ruang yang efektif tetap menjadi tantangan, terutama dalam menjaga agar kualitas proses belajar mengajar tidak menurun selama masa pengecatan.
Dengan pengecatan ulang ini, diharapkan para guru dan juga murid-murid dapat merasakan suasana yang lebih semangat dan inspiratif dalam proses belajar mengajar. Selain itu, pengecatan ulang ini juga diharapkan meningkatkan kesan positif bagi para orang tua atau wali murid. (penulis: tim pmm kelompok 65 gelombang 5 umm)
