PMM 55 UMM Kreatif, Ubah Limbah Kulit Singkong Jadi Pakan Ternak
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Limbah akan berguna jika ditangani dengan tepat, begitu sekiranya yang dilakukan oleh Tim Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Kelompok 55 Gelombang 4 Prodi Prodi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Dalam pengabdiannya membawa program kerja pengolahan limbah dari kulit singkong sebagai lanjutan dari program sebelumnya (Inovasi-Branding Keripik Singkong Origin’s). Mahasiswa PMM Kelompok 55 ini didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapang (DPL), Firda Ayu Amalia, SE, Ak, M.SA.
Disampaikan oleh Koordinator Tim PMM Kelompok 55, Edwin Dermawan Sudarma, pada program kedua ini dilakukan dengan tujuan mengurangi limbah kulit singkong yang banyak dijumpai di Desa Kedungbunder. Edwin bersama empat rekannya yaitu Moch. Barik Zulfikar, Tevina Carisa Herdinanda, Zahra Hana Fadia, dan Dewi Setiawati memikirkan solusi jitu untuk hal tersebut.

“Pengolahan ini bertujuan untuk mengurangi limbah pastinya juga memanfaatkan limbah menjadi barang yang lebih berguna dan juga mengurangi polusi udara karena biasanya kulit singkong langsung dibakar oleh pemiliknya” Ujar Edwin menjelaskan tujuan PMM timnya.
Sambung Edwin, salah satu cara menguranginya adalah dengan memprosesnya menjadi pakan ternak untuk kambing. Selama empat hari (17-20/8) Edwin dan rekannya memproses limbah kulit singkong. Edwin menyebutkan ada tiga tahapan dalam pengolahan limbah tersebut. Pertama yaitu tahap pembersihan, pada tahap ini dilakukan dengan mencuci di air bersih yang dilanjutkan dengan penjemuran.
Pada tahap kedua, setelah limbah kering dimasukkan ke penggilingan (selep) dan menghasilkan dua jenis serbuk halus dan kasar. Tahap terakhir adalah pengemasan (packaging) untuk menambah nilai ekonomi karena bisa dijual untuk pakan ternak seperti kambing.

“Hasil dari pengolahan serbuk singkong ini bisa digunakan untuk pakan ternak kambing. Kami juga sudah menerapkan hasil pengolahan limbah kami pada salah satu ternak di lingkungan Kedungbunder dan tidak menimbulkan efek apapun pada hewan ternak tersebut aman digunakan.” Pungkas Koordinator Tim PMM Kelompok 55 EP UMM.
Dalam pengolahan limbah ini kita ada 3 tahap yaitu pembersihan kulit singkong dilanjut dengan penjemuran selama dua hari sampai benar benar kering dan tahap terakhir yaitu penggilingan “selep”. Hasil akhir dari pengolahan limbah kami berbentuk dua jenis yaitu halus dan kasar.
Selanjutnya, setelah jadi kami lakukan packaging juga. Hasil dari pengolahan serbuk singkong ini bisa digunakan untuk pakan ternak kambing. Kami juga sudah menerapkan hasil pengolahan limbah kami pada salah satu ternak di lingkungan kedungbunder dan tidak menimbulkan efek apapun pada hewan ternak tersebut (aman digunakan). (rilis: pmm kelompok 55 gelombang 4)
