PMM 49 UMM, Penyuluhan Kenakalan Remaja di SMPN 2 Dau Satu Atap Kucur
TABLOID MATAHATI.COM, MALANG – Kegiatan PMM (Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa) UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) merupakan kegiatan wajib yang harus diikuti seluruh mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Malang sebagai bentuk pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat. Kelompok 49 Gelombang 6 PMM Universitas Muhammadiyah Malang melakukan pelaksanaan program kerja di SMP Negeri 2 Dau Satu Atap. Kelompok tersebut beranggotakan 5 orang yaitu Arindo Kusuma, A’liyatul A’zizurrohmah, Galih Akbar Fernando, Mega Anugerah Utami dari Fakultas Kedokteran, dan dikoordinatori oleh Maylita Meredhita Maharani dari Fakultas Kedokteran serta didampingi oleh dosen pembimbing lapangan (DPL) yaitu Iqbal Ramadhani Fuadiputra, S.E., M.SM. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Kegiatan yang dilakukan adalah pemberian edukasi dan penyuluhan mengenai bullying, HIV, seks bebas, mental health, mental illness, dan kenakalan remaja di kalangan anak SMP. Kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan pada 12 Februari 2024 hingga 16 Februari 2024 yang bertujuan agar siswa-siswi di SMP Negeri 2 Dau Satu Atap dapat memahami pentingnya kesehatan seksual serta kesehatan mental agar dapat mewaspadai dampaknya.
Pada tahun 2022 tercatat di Indonesia memiliki kasus bullying sebanyak 226 kasus. Dilansir dari Kompas.com, terdapat kasus dimana 49 anak sekolah melakukan self harm. Dimana korban melakukan self harm dikarenakan mengikuti tren di sosial media. Self harm sendiri merupakan sebuah tindakan menyakiti diri sendiri untuk menghilangkan rasa frustasi, stress, dan berbagai macam emosi. Setiap orang memiliki cara self harm yang berbeda-beda, seperti menarik rambut, mencubit, menggigit, menggaruk, memukul, menelan zat berbahaya, dan menyayat anggota tubuh (cutting). Tujuan awalnya bukan untuk bunuh diri, akan tetapi akan menimbulkan luka yang parah jika diteruskan.
Dilansir dari litbang kompas, sejak Januari-Maret 2023 Kemenkes mencatat terdapat 13.279 kasus infeksi HIV baru di Indonesia dari 1.230.023 orang yang di tes. Sementara penderita baru AIDS yang dilaporkan sebanyak 4.188 orang. Adapun angka kematian sebesar 0,22 persen, lebih rendah dari tahun 2022 yaitu 0,87 persen. Angka kasus HIV dari tahun 2022 ke 2023 lumayan turun, maka perlunya untuk sadar diri dan menambah pengetahuan terkait cara pencegahan dengan tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian, hubungan intim di luar pernikahan, dan lain lain. Kita tidak boleh mengucilkan begitu saja penderita HIV-AIDs, melainkan kita harus terus menerus memberikan semangat kepada mereka tentang teraturnya minum obat ARV (antiretroviral) dimana bekerja untuk mengurangi perkembangan sel virus di dalam tubuh agar tidak mencapai stadium AIDs.
Kami disini benar-benar menghimbau kepada siswa-siswi kelas 7-9 SMP Negeri 2 Dau Satu Atap. Untuk saling terbuka satu sama lain, tidak memendam amarah dan menyelesaikan masalah dengan baik tidak menggunakan kekerasan. Selain itu untuk menjaga kesehatan mental, dihimbau untuk mengurangi candaan-candaan yang berhubungan dengan fisik, keluarga, dan akademik. Poin-poin tersebut akan menjadi sangat sensitif dan bisa mengakibatkan adanya kecemburuan sosial diantara mereka. (rilis: PMM 49 umm gelombang 6)
