PMM 37 UMM Ubah Sampah Plastik Jadi Ecobrik-Sampah Organik Jadi Pupuk
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Kegiatan Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang kelompok 37 gelombang 3 populer disebut PMM 87 UMM, adalah wajib bagi mahasiswa aktif UMM. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa kepada masyarakat bertajuk PMM Bhaktiku Negeri. Pengabdian masyarakat tersebut untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang. (https//www.umm.ac.id)
PMM 37 UMM gelombang 3 berasal dari Progam Studi semua PGSD Universitas Muhammadiyah, di bawah pendampingan Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Luqman Dzul Hilmi, SE, MBA, beranggotakan Nadila Maulidia (202110430311135/koordinator), Muhamad Misbahul Munir (202110430311140/sekretaris), Shelviana Dwi Vibisono (202110430311141/bendahara), Latif Sulistya Halim (202110430311144/humas), dan Deby Adi Nugroho (202110430311145/PDD). Pelaksanaan program kerja (proker) PMM 37 UMM di Dusun Ngepeh RT.05/RW.06, Desa Ngijo, Karangploso, Kabupaten Malang.

Koordinator PMM 37 UMM, Nadila Maulidia menjelaskan proker pengabdian berjudul Pemanfaatan Limbah Sampah Plastik Menjadi Eco-Bricks, dan Pemanfaatan Limbah Sampah Organik Menjadi Pupuk Tanaman. Titik awal proker ini di Desa Ngijo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang.
Pertama, PMM 37 UMM survei keadaan di Desa Ngijo untuk mencari tahu permasalahan apa yang sedang dihadapi pemerintah desa ataupun masyarakat desa, sebagai modal untuk mengetahui apa yang akan PMM 37 UMM lakukan sebagai solusi membantu pemerintah desa ataupun masyarakat desa.

Hasil survei PMM 37 UMM permasalahan yang dikeluhkan masyarakat setempat tentang sampah. Masalah tersebut oleh PMM 37 UMM menyusun beberapa rencana untuk membantu masyarakat mencari solusi atas permasalahan yang ada di Desa Ngijo.
Langkah awal, PMM 37 UMM memulai pembukaan proker di pendopo Desa Ngijo dengan staf pemerintah desa dan masyarakat sekitar. Tujuann ya agar mengenal satu sama lain dengan masyarakat setempat. Sosialisasi proker, maksud dan tujuan PMM 37 UMM di Desa Ngijo.
Kehadiran PMM 37 UMM disambut baik Bapak Kepala Desa dan staf pemerintah desa serta masyarakat setempat. “Kami berharap adik-adik mahasiswa UMM yang akan melaksanakan PMM di Desa Kami, dapat memberikan manfaat serta solusi solusi tentang permasalahan apa yang sedang kami hadapi salah satunya sampah,” ujar Bapak Jainudin Kepala Desa Ngijo.

Kondisi TPST Desa Ngijo sangat memprihatinkan dikarenakan sampah yang menumpuk padahal belum sampai 2 minggu. Bahkan sampah yang masuk setiap harinya sudah sampai 4-5 mobil pengangkut sampah.
Tim PMM 37 UMM juga di ajak keliling di sekitar TPST dan sampah sampah yang belum terpilah sangat mengenaskan. Maka dari itu PMM 37 UMM berdiskusi dengan petugas TPST sepakat untuk memilah sampah dari hulu atau dari rumah tangga.
Caranya? PMM 37 UMM membantu petugas sampah dalam pengambilan sampah di masing-masing rumah warga sekaligus menjadi bahan observasi bagi PMM 37 UMM bagaimana sampah-sampah yang belum terpilah.
Dimulai dari arahan Bapak Badrus pendamping PMM 37 UMM dari desa untuk melaksanakan proker di RT.05/RW.06 Dusun Ngepeh Desa Ngijo. Dibantu masyarakat tim PMM 37 UMM pengecatan tong sampah yang akan digunakan untuk pemilahan sampah serta membagikan tong sampah kepada masyarakat setempat.

Proker PMM 37 UMM ini juga disampaikan saat rapat bulanan RW.06 dari RT.01-RT.09, sehingga maksud dan tujuan PMM 37 UMM di Desa Ngijo di RT.05 tentang pemilahan sampah bisa mendpaatkan support dari masyarakat.
Hal ini mendapatkan apresiasi dan tanggapan positif karena pengabdian masyarakat di Desa Ngijo oleh PMM 37 UMM tentang pemilahan sampah sangat solutif. “Ya, tentunya kami senang dengan kedatangan adik-adik mahasiswa UMM untuk melaksanakan KKN atau PMM di desa kami apalagi membawa tujuan atau program tentang sampah, ya kami berharap dengan kedatangan adik adik semoga memberikan dampak positif bagi kami,” kata Pak Ridwan Ketua RW.06 Dusun Ngepeh.
PMM 37 UMM selanjutnya pengecatan tong sampah untuk pemilahan sampah dan membagikan tong sampah kepada masyarakat RT.05 guna mempercepat pemilahan sampah dari rumah tangga.

PMM 37 UMM pemilahan sampah organik dan plastik serta sampah lainya, mencoba menggunakan maggot/larva untuk memakan sampah organik. Maggot bisa bertahan sampai semingguan ataupun bisa lebih sebelum jadi lalat. Maggot ini memerlukan pakan organik 3-5 kali berat tubuhnya. Salah satu kelebihan maggot ini yaitu sangat cepat dalam memakan sampah organik, lalu maggot ini nantinya juga dikasihkan pakan unggas, ikan, dan semisalnya.
Maggot ini mengandung protein tinggi dan asam amino esensial lengkap dapat memenuhi kebutuhan ternak. Maggot diproduksi dengan mudah, murah, dan dalam waktu yang singkat secara berkesinambungan.
Maka dari itu PMM 37 UMM menggunakan maggot supaya sampah rumah tangga dapat dikasihkan maggot lalu sampah plastiknya bisa menjadi nilai jual. Maggot dikasihkan ke salah satu peternak ikan atau peternak unggas. Percobaan ini semoga mendapat hasil yang baik di desa dan dijadikan alat pemilah sampah organik yang bermanfaat. (rilis: pmm 37 umm gelombang 3)
