PMM 31 Gelombang 9 UMM Cegah Stunting-Sosialisasi Pentingnya Nutrisi di TK Islam Maulayya
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa kelompok 31 gelombang 9 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang terdiri dari Nanda Lukitasari Wahyuningtias (202210100311076), Shelly Widyatna Maheswari (202210100311082), Siti Chilyatul Zahroh (202210100311069), Rista Wahyuni (202210100311074), dan Maya Zakiyah (202210100311087) mengadakan penyuluhan mengenai nutrisi dan pencegahan stunting di TK Islam Maulayya, Desa Pucangsongo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. PMM 31 gelombang 9 ini dibawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Beti Istanti Suwandayani, M.Pd. Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Beberapa aspek penting terkait nutrisi anak, menjadi program kerja PMM 31 UMM dari kebutuhan zat gizi hingga pencegahan stunting melalui pola makan yang seimbang, serta meningkatkan kesadaran orang tua mengenai dampak penting nutrisi bagi pertumbuhan anak.
Materi pertama yang dibahas PMM 31 UMM gelombang 9 ini pentingnya nutrisi yang cukup dan seimbang bagi anak. Nutrisi yang baik merupakan fondasi bagi kesehatan dan perkembangan anak secara keseluruhan. Anak menerima nutrisi memadai lebih sehat, memiliki sistem kekebalan tubuh kuat, berkembang optimal baik dari segi fisik maupun kognitif.

Mahasiswa memberikan contoh bagaimana nutrisi seperti protein berperan dalam pertumbuhan otot, sementara vitamin dan mineral mendukung berbagai fungsi vital tubuh.
Penyuluhan ini juga memaparkan secara jelas tentang apa itu stunting dan bagaimana kondisi ini dapat mempengaruhi anak dalam jangka panjang. Stunting dijelaskan sebagai kondisi yang terjadi akibat kurangnya asupan nutrisi yang cukup selama masa awal kehidupan, terutama dalam 1.000 hari pertama (dari masa kehamilan hingga usia 2 tahun).
Anak-anak yang mengalami stunting memiliki tinggi badan yang tidak sesuai dengan usianya dan berisiko mengalami gangguan perkembangan kognitif. Hal ini dapat berdampak negatif pada prestasi akademis dan potensi produktivitas di masa dewasa.
Mahasiswa juga menggarisbawahi bahwa stunting bukan hanya masalah tinggi badan, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan otak dan kesehatan keseluruhan anak. Orang tua diajak untuk memahami bahwa pencegahan stunting adalah langkah awal yang sangat penting untuk memastikan anak-anak mereka memiliki masa depan yang cerah.
Bagian inti dari penyuluhan ini menekankan pentingnya memberikan asupan gizi yang seimbang kepada anak-anak. Mahasiswa menjelaskan bahwa dengan memberikan makanan yang kaya akan protein, vitamin, mineral, dan lemak sehat, orang tua dapat membantu mencegah stunting pada anak-anak mereka.

Misalnya, protein yang ditemukan dalam telur, ikan, dan kacang-kacangan sangat penting untuk pertumbuhan otot dan perbaikan jaringan tubuh. Vitamin A dari sayuran hijau dan vitamin C dari buah-buahan membantu menjaga kesehatan mata dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Mineral seperti zat besi dari bayam dan daging merah juga diperlukan untuk produksi darah dan mendukung fungsi kekebalan tubuh.
Dalam penyuluhan ini, mahasiswa juga memberikan contoh menu sehari-hari yang dapat dipraktikkan di rumah, seperti nasi dengan sayur bayam dan telur dadar, sup ayam dengan sayuran, serta bubur kacang hijau. Setiap menu ini dirancang untuk memberikan asupan gizi yang lengkap dan seimbang, sesuai dengan kebutuhan anak-anak.
Melalui penyuluhan ini, mahasiswa PMM UMM berharap dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada orang tua mengenai pentingnya nutrisi dan cara mencegah stunting. Dengan pengetahuan yang tepat, diharapkan para orang tua dapat lebih bijak dalam memilih makanan yang sesuai untuk anak-anak mereka, sehingga mereka dapat tumbuh sehat dan berkembang dengan optimal. (penulis: pmm 31 gelombang 9)
