PKM Malaysia Dosen FEB UMM, Edukasi Hidup Berkelanjutan-Peduli Warga Muhammadiyah Lintas Negara
TABLOIDMATAHATI.COM, MALAYSIA– Memasuki rangkaian terakhir dari program pengabdian masyarakat internasional tim dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) di Malaysia (12/3), semakin tampak dampaknya dari pengabdian ini. Ketua PKM Internasional kegiatan 4 sekaligus penanggung jawab program Pengabdian Internasional FEB UMM, M.S. Wahyudi Suliwanto, SE, ME, menyampaikan bahwa timnya menjadi penutup pengabdian internasional di Malaysia. Sub tema closing pengabdian internasional ini, tentang Kemandirian dan Komunitas Berkelanjutan.

Program pengabdian internasional atau PKM dengan tajuk Pemberdayaan Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia Melalui Literasi Keungan dan Kewirausahaan Sebagai Upaya Ketahanan Ekonomi Keluarga ini menjadi salah satu langkah yang bisa diambil guna mewujudkan dua tujuan dari Sustainable Development Goals (SDGs). Salah satunya mengurangi kemiskinan dan menerapkan perilaku hidup baik yang berkelanjutan.
Wahyudi berangkat dengan dua rekan lainnya yaitu Novita Ratna Satiti, SE, MM (PIC Tim 3 dan Dosen Prodi Manajemen FEB) dan Nilam Yunida (Kabag. Industri Keuangan non Bank, PM, dan Edukasi Perlindungan Konsumen OJK Malang).

Kata Wahyudi mereka melaksanakan pengabdian internasional berbeda dengan kloter sebelumnya, yaitu di Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Ranting Pulau Penang Malaysia.
Sambung Wahyudi, materi yang dipaparkannya adalah edukasi seputar sustainable communities atau perilaku komunitas yang berkelanjutan bagi warga Muhammadiyah di Penang. Poinnya tentang perilaku konsumsi yang berkelanjutan yang mencakup banyak aspek seperti kepedulian lingkungan, kesehatan, dan ekonomi.

Dua pemateri lainnya menyampaikan tentang penyuluhan bisnis untuk kemandirian organisasi yang akan dijelaskan oleh Novita. Sedangkan yang terakhir akan disosialisasikan pentingnya mengatur keuangan dengan aplikasi Sikapiuangmu yang dikembangkan oleh OJK.
Menjadi penting bagi Wahyudi dan lainnya, permasalahan yang sering terjadi ketika TKI kembali pulang ke tanah air adalah belum memiliki bekal kuat untuk melanjutkan kesejahteraan ekonominya.
Sehingga dalam satu tema besar diambil tentang literasi keuangan dan kewirausahaan sebagai bekal di kemudian hari agar berkelanjutan kesejahteraannya.
“Harapannya kami tidak sekali ini saja mengedukasi, kami tetap bisa berkolaborasi dengan PCIM Malaysia dan ranting di sana,” ujar Wahyudi Kaprodi Ekonomi Pembangunan UMM ini.

Menurut Wahyudi, Ranting Penang masih baru berdiri sekitar 2 tahun yang lalu sehingga warga Muhammadiyah disana tidak lebih banyak daripada yang ada di Kuala Lumpur (tempat pengabdian kloter I). Dengan datangnya tim pengadian internasional dosen FEB UMM di sana diharapkan bisa membangkitkan ketertarikan warga-warga sekitar Rumah Dakwah Muhammadiyah Penang untuk upgrade literasi keuangan dan kewirausahaan guna menumbuhkan cikal bakal AUM internasional disana.
Terakhir, Wahyudi menekankan bahwa sesama warga persyarikatan memiliki saudara Muhammadiyah di Penang Malaysia dan perlu untuk diperhatikan kesejahteraannya sehingga tidak lupa dengan Muhammadiyah. Sebab muncul ikatan ideology yang sama untuk berkemajuan.
“Harapannya nanti ketika sudah balik ke Indonesia mereka juga tidak merasa dilupakan oleh Muhammadiyah dan juga tidak berkebingungan mau apa setelahnya. Itu harapan kami tentang program ini,” pungkas Wahyudi

Perlu diketahui program ini terdiri dari 4 agenda yang terbagi dalam dua tempat. Tim kegiatan 1 dan 2 dilaksanakan di Kuala Lumpur atau lebih tepatnya di Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRIA) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRIM) Klang lama Malaysia. Sedangkan Tim kegiatan 3 dan 4 dilaksanakan di Pulau Penang.
Program pengabdian internasional juga bekerjasama dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang. (reporter: hamara/editor: doni osmon)
