Pelatihan Kader ‘Aisyiyah Bahas Tantangan-Strategi Pemberdayaan Perempuan
TABLOIDMATAHATI.COM, METRO– Pelatihan Pemberdayaan Perempuan yang digelar oleh ‘Aisyiyah menghadirkan pemateri dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB). Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan, Diah Meirawati, M.Kes., memaparkan berbagai tantangan sekaligus strategi penguatan peran perempuan dalam pembangunan keluarga dan masyarakat, akhir Desember 2025
Dalam pemaparannya, Diah Meirawati menegaskan bahwa perempuan ‘Aisyiyah memiliki posisi strategis sebagai penggerak perubahan, tidak hanya di ranah keluarga, tetapi juga di tengah masyarakat dan persyarikatan.
Menurutnya, pemberdayaan perempuan harus dipahami secara utuh, tidak sebatas peningkatan keterampilan ekonomi semata.
“Pemberdayaan perempuan juga menyangkut penguatan iman, akhlak, dan integritas. Nilai kejujuran, amanah, dan transparansi sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW dalam berdagang harus menjadi fondasi dalam setiap ikhtiar usaha dan aktivitas sosial,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan bekal ilmu pengetahuan, etos kerja yang kuat, serta kepercayaan diri, perempuan mampu membangun kemandirian ekonomi tanpa kehilangan jati diri sebagai pendidik generasi dan pilar ketahanan keluarga.
Lebih lanjut, Diah Meirawati berharap pelatihan ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi mampu melahirkan aksi nyata dan program yang berkelanjutan. Peserta diharapkan dapat mengimplementasikan materi yang diperoleh, membangun jejaring usaha sekaligus dakwah, serta menjadi inspirasi bagi perempuan lain di lingkungannya.
” ’Aisyiyah kami harapkan terus menjadi ruang yang aman dan produktif bagi tumbuhnya perempuan yang berdaya, berkemajuan, dan berkontribusi nyata dalam mewujudkan kemandirian ekonomi umat serta ketahanan keluarga,” tandasnya.
Menutup materi pelatihan ini, Diah berharap ini menjadi ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif antara organisasi perempuan dan pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas perempuan, sekaligus mendorong terwujudnya pembangunan yang inklusif dan berkeadilan gender. (guswir/tri priyo saputro/rilis grup media afiliasimu)
