PCIM Turki Terdampak Gempa, Seperti Apa Kondisinya?
TABLOIDMATAHATI.COM, TURKI-Gempa tektonik menggucang Turki pada (6/2). Majelis Pustaka Informasi Pimpinan Cabang Istimewa (MPI) Turki, Tri Julia, melaporkan bahwa dalam gempa tersebut PCIM Turki terdampak gempa namun hingga berita inidikirimkan ke redaksi tabloidmatahati.com belum bisa dideteksi kondisi dampak materi-il maupun non materi-ilnya.
“Anak-anak yang terdampak belum bisa diperkirakan berapa mas, informasi yang bisa kami cantumkan sudah dituliskan,” begitu tulis Tri Julia melalui pesan WhatsApp ke redaksi tabloidmatahati.com subuh tadi.
Tri Julia lantas menceritakan bagaimana kondisi terkini Turki beberapa jam pasca gempa. Dijelaskan pada senin (6/2) 2023 wilayah iç Anadolu, Turki diguncang gempa tektonik. Gempa yang berpusat di beberapa titik seperti Kahramanmaraş, Gaziantep, Hatay, Diyarbakır dan wilayah sekitarnya terjadi pada dini hari waktu Turki.
Gempa pertama terjadi pada pukul 04.17 TRT (waktu Turki) dengan kekuatan 7,8 sk disusul dengan gempa kedua pada pukul 04.20 TRT (waktu turki) dengan kekuatan 7,4 sk. Gempa yang terjadi pada dini hari ini juga diikuti dengan hujan salju yang turun dengan lebat.

Banyak dari warga turki maupun warga Indonesia yang langsung berlari turun dari rumah masing-masing. Mengingat jenis rumah diturki berupa apartemen dengan ketinggian 5-15 tingkat.
Lalu pada pukul 13.40 trt terjadi gempa susulan dengan kekuatan 6.1sk dengan peringatan akan terjadinya gempa lanjutan.
Hal tersebut membuat Pemerintah Turki memberikan peringatan untuk tinggal dirumah dan menyarankan warga untuk segera berlindung di titik pengungsian.
Begitupun dengan warga Indonesia yang sedang berada di Turki baik pelajar, pekerja, wanita Indonesia yang menikah dengan orang Turki yang berada di wilayah merah juga mengamankan diri ke pengungsian.
Tempat pengungsian yang digunakan adalah masjid ataupun bangunan satu lantai milik pemerintah Turki.
Keadaan pengungsi yang di beberapa wilayah cukup memprihatinkan seperti ada yang kedinginan, pingsan, militan dan tidakkebagian makanan. Mengingat cuaca ekstrem yang menimpa wilayah redzone di Turki ini.
Update terkini pada pukul 22.30 TRT wilayah Kharamanmaraş baru saja mendapatkan listrik kembali setelah gempa pada dini hari yang menyebabkan listrik mati.
Pelajar Indonesia yang berada di wilayah redzone sangat membutuhkan bantuan seperti makanan dan juga kaos kaki untuk menghangatkan tubuh.
Sekian berita terupdate yang dapat PCIM Turki kabarkan langsung dari Turki. (contributor: tri julia/editor: doni osmon)
