MPKU Jombang-Dinkes Tunjuk Dua Rumah Sakit Muhammadiyah Rujukan Pasien TBC
TABLOIDMATAHATI.COM, LAMONGAN – Dalam upaya mendukung Zero TB (Tuberkulosis), pemerintah bersama Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) membuat program Mentari TB.
Nah menindaklanjuti program tersebut, Ketua MPKU (Majelis Pembinaan Kesehatan Umum) PDM Kabupaten Jombang, ustadz Sirojul Anam, SKM, M.Kes, bahwa ada dua Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang kesehatan di Jombang yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan pasien TBC.

Yakni Rumah Sakit Muhammadiyah Jombang dan RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung Jombang yang dipercaya sebagai rumah sakit rujukan pelayanan pasien TBC dalam program Mentari TB.
Ustadz Siroj menyebutkan terkait dengan program Mentari TV dan dua rumah sakit rujukan tersebut melalui MPKU Jombang sebagai leading sector, mengadakan audiensi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Jombang untuk membahas komitmen pelayanan TBC.

Saat pertemuan antara MPKU Jombang, AUMKes dan Dinkes Pemkab Jombang, disampaikan tentang 32 Standar Operasional Prosedur (SOP) dan juga regulasi yang berkaitan dengan rumah sakit rujukan pasien TB.
MPKU Jombang menunjuk dr. Iqbal sebagai tutor yang mewakili dua rumah sakit AUMKes Jombang. Penunjukan tersebut didasarkan dokter Ikbal merupakan dokter yang praktik di kedua rumah sakit milik Muhammadiyah Jombang ini.
“Dipercaya oleh Mentari TB untuk melakukan pelayanan rujukan terkait dengan penyakit TBC, dan kami MPKU harus ada komitmen dengan Dinkes setempat untuk pelaksanaannya,” ujar ustadz Siroj yang pernah memimpim PCM Mojoagung ini.

Menurut ustadz Siroj, pelaksanaan program Mentari TB ini nanti ada pendampingan dari pusat di dua rumah sakit rujukan mengenai layanan Maternal Neonatal. Selanjutnya juga diadakan workshop seputar penanganan TBC.
Selama dilaksanakan program Mentari TB ini, di RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung sudah menjaring pasien TBC. Sedangkan di RS Muhammadiyah Jombang lebih sedikit penderitanya. Itu sebabnya dua rumah sakit ini nanti juga sebagai rumah sakit yang ditunjuk menjadi rujukan bagi Puskesmas di sekitarnya terkait pelayanan pasienTBC.
Ustadz Sirod menambahkan Kedepannya juga dalam menyukseskan program Mentari TB akan melibatkan kader-kader Aisyiyah. Karena sebelumnya sudah ada TB Care dimana para kader Aisyiyah sudah dibekali mulai dari pengenalan penyakit TB, pelaporan, penanganan, serta pendampingan. (hamara)
