Mengulang Sukses, Tim Robotik SMK Mutu Gondanglegi Sambut Juara IYMRC Korsel
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Tim Robotik SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi (SMK Mutu) siap berlaga di ajang tahunan robotic kelas dunia bertajuk International Youth Metaverse Robot Challenge (IYMRC) di Korea Selatan pada 3-4 Agustus mendatang. Menurut Waka Kurikulum sekaligus guru pendamping tim robotik SMK Mutu, Martono, ST, bahwa ada dua siswa yang dikirim untuk ajang berkelas internasional ini.
Dua siswa dimaksud Martono adalah Keifa Meka dan Alfin. Keduanya adalah siswa kelas XI Mekatronika yang saat ini sudah berada di Jakarta untuk bergabung dengan tim robotan garuda. Setelah itu mereka baru berangkat ke Korsel bersama.

Martono menjelaskan kedua siswanya tersebut sudah siap bersaing di kelas internasional mengingat SMK Mutu pada tahun sebelumnya sudah pernah meraih medali emas di ajang sama di Korsel. Nah kali ini tema yang diusung dalam perlombaan robotik menggunakan sistem MRT (My Robot Time).
Dua siswa yang mewakili SMK Mutu, lanjut Martono sudah memiliki kegemaran dalam dunia robotik sehingga memilih jurusan Mekatronika di SMK Mutu. Masing-masing siswa merancang robot untuk beberapa kategori perlombaan. Ada kategori creative, forest, soccer, push pushdan humanoid. Robot yang sudah dirancang berjumlah enam robot. Robot tersebut mulai konsep hingga perakitan membutuhkan waktu sekitar tiga puluh hari.
“Semua kategori wajib diikuti, sehingga tim kami fokus mengkreasi saja robotnya didesain seunik mungkin atau semenarik mungkin,” tandasnya.

Martono menjelaskan bahwa semua kategori memiliki tantangan yang berbeda-beda. Meskipun begitu semua berada dalam spek yang sama yaitu MRT. Pada kategori creativetim robotik SMK Mutu mengangkat tema sekolah yaitu pelayanan kantin dengan menciptakan robot M-Turbo Smart Waitress. Robot tersebut akan mengirimkan pesanan konsumen di kantin.
Sambung Martono, beberapa contoh kategori lagi seperti forest dan humanoid. Untuk kategori forestsiswa membuat robot yang mengangkut barang dan mengatur barang untuk penyelamatan hutan dari bencana kebakaran. Anak-anak memprogram robot untuk memadamkan api dengan cara mendorong obyek (bahan anti kebakaran) agar api padam.

Sedangkan kategori humanoid,Martono menyebutkan bahwa seperti simulasi parkur yaitu robot melewati halang rintang yang ada di arena. “Lomba Humanoid tingkat kesulitannya lebih tinggi karena program-program tambahan yang tidak ada di program aslinya harus dibuat (trial dan error). Sehingga dua siswa yang dikirim ke Korsel ini saat trainingnya harus menginap di sekolah,” ucap pembina robotik SMK Mutu Gondanglegi.
Martono menambahkan saat ini delegasi sudah berangkat ke Korea. Para delegasi berangkat bersama dengan tim Garuda Muda Indonesia dari kelompok Racer (Kampung Robot) di Tanggerang. (reporter: hamara/editor: doni osmon)
