Mas Fath Alumni Ekonomi Pembangunan UMM, Inovatif Bisnis Cuci Mobil-Motor Cinematic
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG-Mengubah habit –kebiasaan- masyarakat memang tidak mudah namun bagi seorang Mas Fadh Tri Wahyudo, SE, mengubah habbit tersebut menjadi tantangan dari bisnis yang ditekuninya yakni cuci mobil dan motor.
Itulah yang dikatakan Mas Fath –panggilan Mas Fadh Tri Wahyudo- tentang bagaimana mengawali persaingan bisnis cuci mobil dan motor, motor detaling (salon mobil), dan entertainment di Pandaan Kabupaten Pasuruan. Salah satu strategi pasar yang digunakan adalah bagaimana konsumen mencuci mobil-motornya saat sore-malam.
Bahkan Mas Fath menambah strategi marketing cuci mobil-motornya melalui layanan cinematic yang akhirnya menjadi brand digital marketing Jati Jaya Garage (JJG) sejak 15 Oktober 2020. Tarif cuci mobil Rp. 50 ribu-Rp. 60 ribu, sementara tarif cuci motor Rp 15 ribu-Rp 25 ribu. Tarif sudah plus entertain.

Bahkan, Mas Fath alumni Prodi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang 2018 ini sukses menggaet konsumen khususnya komunitas motor dan mobil untuk mencuci kendaraan mereka di JJG saat sore-malam hari. Bukan itu saja, proses mencuci kendaraan tersebut di-visual-kan sehingga tampak cinematic. Hasil dari video tersebut sebagai bonus JJG kepada konsumen.
Diluar dugaan tandas Mas Fath, strategi pasar ini menjadi viral di media sosial tiktok jatijayagarage dan instagram jatijayagarage #saatnyayangmudayangbergerak, untuk kalangan penghobi otomotif. Hasilnya modal buka usaha awal Rp 20 juta terus berkembang sekarang JJG sudah mempunyai omzet kotor sekitar Rp. 20 juta-Rp. 30 juta per bulan dengan penghasilan bersih diangka Rp. 10 juta-Rp. 15 juta per bulan.
Omzet yang fantastis ini, lanjut Mas Fath semakin bermanfaat bagi masyarakat karena sekarang JJG sudah mempunyai 10 orang karyawan. Detailnya 2 orang untuk media, 1 orang admin, dan 7 pegawai.

Bahkan dalam waktu dekat JJG sudah merencanakan akan membuka dua cabang di Bangil Pasuruan dan Kota Malang. Rencana membuka cabang baru ini hasil survei dan market demand dari para konsumen yang sebagian besar adalah komunitas mobil-motor.
“Alhamdulillah kami mengembangkan bisnis ini dengan keunikan dan memanfaatkan secara maksimal di media sosial dengan menu-menu baru seperti premium wash, wash and cinematic video, auto detailing dan menu lainnya,” ujar mahasiswa angkatan 2015 ini.
Ilmu Manajemen Ekonomi Pembangunan UMM Kuncinya
Bagi Mas Fath mengubah mindset dan kebiasan cuci kendaraan sore–malam hari di Pandaan Pasuruan menggunakan mata kuliah ekonomi pembangunan tentang manajemen bisnis di semester dua.
Teori ini mengajarkan bagaimana konsumen tertarik dan terikat dengan produk atau jasa suatu usaha. Berikutnya matkul manajemen keuangan, serta matkul organisasi yang membantunya mengelola manajemen sumber daya manusia yang dimilikinya saat ini yakni karyawan. (rilis: humas prodi ekonomi pembangunan/editor: doni osmon)
