Mahasiswa UMM Program Pengabdian Masyarakat Optimalisasi Fungsi UKS SDN 2 Kebonagung Pakisaji
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Mahasiswa Program Pengabdian Masyarakat (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang Kelompok 6 Desa Kebonagung, Pakiaji, Kabupaten Malang, melaksanakan kegiatan pengoptimalan fungsi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di SDN 2 Kebonagung, Pakisaji Kabupaten Malang.
Program ini dijelaskan Koordinator PMM UMM, Muhammad Rizky, bahwa selain dirinya ada anggota PMM UMM atas nama Bryan Firmansya Pramono, Tassya Amallyah Putri, Ikhmah Nurmayani, dan Muhammad Fitrah. Mereka dalam arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr.Octavina Rizky Utami Putri, M.Pd. Perlu diketahui Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Salah satu bentuk hilirisasi tersebut PMM UMM melaksanakan program kerja (proker) optimasisasi pemanfaatan UKS di SDN 2 Kebonagung sebagai sarana kesehatan sekolah sekaligus ruang edukasi bagi siswa.
UKS merupakan fasilitas penting sekolah dalam menjaga kesehatan siswa. Mengacu regulasi pemerintah, UKS mencakup tiga aspek utama, yakni pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sehat. Dengan konsep ini, UKS diharapkan menjadi pusat kesehatan sederhana di sekolah.
Realitanya, banyak UKS belum maksimal fungsinya. Atas dasar inilah mahasiswa PMM UMM berinisiatif melakukan penataan serta memberikan edukasi kesehatan agar UKS di SDN 2 Kebonagung dapat dirasakan manfaatnya oleh siswa.

Proker yang dilakukan PMM UMM ini, kata Rizky, penataan ulang ruangan, penyusunan media edukasi kesehatan, serta penyuluhan kepada siswa. Termasuk pelatihan tentang cara mencuci tangan dengan benar, pentingnya menjaga kebersihan diri, serta pengenalan makanan bergizi. Penyuluhan ini melalui metode partisipatif sehingga siswa langsung mempraktikkan.
Anggota PMM UMM yang lain, Tassya Amallyah Putri menambahkan mahasiswa PMM UMM juga melakukan diskusi dengan pihak sekolah terkait keberlanjutan UKS setelah program selesai. PMM UMM meberikan dukungan dengan saran agar sekolah menjalin kerja sama dengan puskesmas setempat dalam pendampingan rutin. “Kami berharap UKS tidak hanya bermanfaat saat ada program pengabdian, tapi bisa terus hidup dan menjadi kebiasaan sehat di lingkungan sekolah,” ujar Tassya.
Dijelaskan Tassya, program optimalisasi UKS SDN 2 Kebonagung ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan nyaman. Sebab UKS yang berfungsi maksimal, siswa dapat memperoleh layanan kesehatan sederhana sekaligus edukasi tentang pola hidup sehat sejak dini. Hal ini akan mendukung proses belajar mengajar yang lebih baik, karena siswa yang sehat tentu lebih siap menerima pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UMM menegaskan bahwa pengabdian masyarakat bukan hanya tentang berbagi pengetahuan, tetapi juga menciptakan perubahan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. Optimalisasi UKS di SDN 2 Kebonagung menjadi salah satu contoh nyata bagaimana sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat dapat berkontribusi positif bagi pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.
Sementara itu, Kepala SDN 2 Kebonagung, Kusno, S.Pd, memberikan apresiasi tinggi atas kegiatan pengabdian ini. Kehadiran mahasiswa UMM yang peduli terhadap kesehatan siswa. UKS memang sangat penting sebagai pusat layanan kesehatan sederhana. Semoga dengan adanya pendampingan ini, peran UKS di sekolah semakin optimal.
Dinda siswa kelas 4 SDN 2 Kebonagung merasakan manfaat dari kegiatan ini. Dirinya lebih tahu cara mencuci tangan yang benar, serta kenapa harus makan makanan bergizi supaya tidak mudah sakit. Belajar kesehatan ternyata menyenangkan. (pmm umm/don)
