Mahasiswa Akuakultur UMM Temukan Bakteriofag Basmi Penyakit Udang Vannamei
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Tim peneliti mahasiswa dari Program Studi Akuakultur, Universitas Muhammadiyah Malang menunjukkan temuan baru dalam penelitian. Tim yang diketuai oleh M. Ilham Wahyudi (Mahasiswa Angkatan 2020), melakukan penelitian mendalam untuk memahami efek bakteriofag terhadap White Feces Disease (WFD). Ilham menyampaikan bahwa penelitian ini difokuskan pada ekosistem udang Vannamei dan lingkungan sekitarnya, terutama pada usus udang dan sedimen mangrove yang menjadi sumber daya alami yang kaya akan mikroorganisme. Berkat inovasi nya tersebut juga, Tim Ilham lolos dalam gelaran PIMNAS 36 di UNPAD 2023.
“Sebuah penelitian terbaru telah mengungkapkan bahwa bakteriofag yang diisolasi dari usus udang dan sedimen mangrove memiliki potensi besar dalam menangani WFD pada udang Vannamei. WFD, penyakit yang seringkali merugikan industri udang, dapat diatasi dengan pendekatan baru ini, membuka pintu untuk solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan.” papar Ilham terkait pendekatan penelitian yang ditawarkan.

Jelas Ilham, Bakteriofag adalah virus yang menginfeksi dan menghancurkan bakteri tertentu, dan penelitian ini menyoroti kemampuannya dalam menanggulangi bakteri penyebab WFD. Proses isolasi bakteriofag dari usus udang dan sedimen mangrove dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan keberlanjutan dan kemungkinan implementasi praktisnya dalam budidaya udang.
Melihat hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteriofag yang diisolasi tersebut efektif dalam mengendalikan bakteri yang berperan dalam timbulnya WFD. Selain itu, bakteriofag ini tidak menunjukkan dampak negatif pada udang Vannamei yang sehat, memberikan harapan bahwa penggunaannya dalam praktek budidaya dapat dilakukan tanpa risiko yang signifikan.
Turut serta dalam kesuksesan peneltian mahasiswanya, Soni Andriawan S.Pi., M.P., M.Sc, selaku dosen pembimbing tim penelitian, mengapresiasi atas kerja cerdas para mahasiswanya. Selama pembimbingan mahasiswanya berhasil menemukan temuan baru dan yang paling penting mampu mengeksekusi materi keilmuan akuakultur yang didapatkan di bangku kuliah.

“Penemuan bakteriofag ini memberikan harapan baru dalam mengatasi permasalahan WFD yang telah lama menjadi tantangan dalam budidaya udang. Kami percaya bahwa implementasi bakteriofag ini dapat membantu meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan industri udang.” Ungkap Soni.
Dengan ditemukannya solusi potensial ini, industri budidaya udang memiliki peluang untuk mengurangi kerugian ekonomi yang disebabkan oleh WFD. Penelitian ini juga membuka jalan bagi pengembangan lebih lanjut dalam bidang penggunaan bakteriofag sebagai alternatif yang ramah lingkungan dalam pengendalian penyakit pada hewan budidaya.
“Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi kerjasama antara para peneliti, petani udang, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengimplementasikan temuan ini dalam skala yang lebih besar. Dengan demikian, langkah-langkah berkelanjutan dapat diambil untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas udang Vannamei serta mendukung pertumbuhan industri budidaya udang secara keseluruhan.” Pungkas Soni, Dosen Akuakultur UMM. (rilis akuakultur umm/editor:hamara)
