Lima Siswa Smamuda Sumberpucung Lolos Sertifikasi Guru Ngaji UMMI
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG- SMA Muhammadiyah 2 Sumberpucung populer disebut Smamuda sekolah memiliki progam unggulan double track, ternyat juga memiliki program andalan bidang tahfidz. Apa program tersebut?
Kepsek Smamuda Sumberpucung, ustadz Ujang Tajul Aripin, S.HI, M.Pd, mengatakan program dimaksud mengaji metode UMMI. Melalui metode UMMI yaitu suatu cara membaca Al Qur’an dengan direct methode dan repetition.

Terbaru untuk memperkuat metode UMMI tersebut, ustadz Ujang mengatakan telah mendaftarkan sejumlah siswanya untuk mengikuti sertifikasi guru Al Qur’an metode UMMI ahad (16/7). Hasilnya lima siswa Smamuda Sumberpucung resmi dan layak untuk menjadi guru Al Qur’an metode UMMI. Menurut ustadz Ujang siswa Smamuda dimaksud atas nama Miftahul Huda kelas XII jurusan IPA, Angger Sutrisno kelas XII jurusan IPA, Iqbal Wahyu kelas XII jurusan IPS, Uswatun Hasanah kelas XI jurusan IPA, dan Jaya Neza kelas XI jurusan IPA. Pelatihan guru bersertifikat metode UMMI tersebut bertempat di Plaosan.
Kata ustadz Ujang untuk mendapatkan sertifikasi metode UMMI penempuhannya membutuhkan proses sangat panjang. Waktu yang harus dilalui untuk proses tersebut sekitar satu bulan agar lolos seleksi sertifikasi guru Al Qur’an metode UMMI. Meski waktunya lama dan tantangannya berat, tak pernah mengendorkan semangat siswa Smamuda Sumberpucung untuk lolos sertifikasi.

Harapan dari penempuhan ini tidak lain agar siswa Smamuda Sumberpucung dapat mengamalkan setiap ilmu yang diperoleh dari kegiatan sertifikasi ini. Sesuai hadist Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam sebaik-baik manusia adalah yang mau mempelajari AL Qur’an dan mau mengajarkan-nya.
Sementara itu, pembimbing metode UMMI Smamuda, ustadzah Roisyah menambahkan Metode UMMI adalah cara belajar Al Qur’an dengan menggunakan pendekatan bahasa ibu. Sebagaimana namanya UMMI yang artinya ibu. Hal ini di harapkan setiap guru dapat mengajar anak didiknya sebagaimana ibu memberi pengertian terhadap anak nya.

Dalam sertifikasi ini para siswa yang terpilih merupakan murid yang telah lancar membaca Al Qur’an dari segi ghorib dan tajwid. Hal ini di karenakan untuk mengikuti sertifikasi harus lolos tashih dan tahsin. Alhamdulillah seluruh sisiwa siswi Smamuda lolos baik tashih, tahsin bahkan sertifikasi itu sendiri.
Iqbal wahyu sebagai salah satu peserta sertifikasi mengungkapkan setelah dirinya lolos tashih dan tahsin langsung mengikuti sertifikasi. Dalam pikirannya sertifikasi akan membosankan karena dilaksanakan selama tiga hari mulai dari pagi hingga sore. Tapi sungguh mengejutkan ternyata acara sertifikasi ini sangat menyenangkan.

Iqbal menambahkan pemateri yang hadir adalah pengurus UMMI Malang yaitu ustadz Hafidz, ustadz Hamzah dan ustadz Ibnu. Materi di hari pertama pengenalan metode UMMI, cara mengajar jilid 1 dan ditutup dengan micro teaching.
Di hari ke dua materinya adalah cara mengajarkan jilid 2-5 dan juga cara mengatasi murid yang susah diatur. Pada hari terakhir adalah penyampai materi tentang pembagian kelas, administrasi, jilid 6, ghorib, tajwid dasar dan micro teaching. Semua materi tersebut sangatlah mudah difahami, dan dapat menjadi bekal yang bermanfaat di saat mengajarkan murid. (penulis adalah wartawan pelajar smamuda sumberpucung: ca’ hud)
