Kuliah Tamu Prodi Ekonomi Pembangunan UMM Hadirkan Praktisi Bedah E Banking-Waspada Keuangan Ilegal
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang (EP FEB UMM), kembali menggelar kuliah tamu tematik berjudul Edukasi E Banking dan Kewaspadaan Aktivitas Keuangan Ilegal. Menurut PIC Humas EP UMM, Muhammad Firmansyah, SE, ME, kuliah tamu (24/11) 2025 ini menghadirkan nara sumber Servis Quality Officer Bank Mandiri, Hendriyes Ferdiansyah.

Di tempat sama, Servis Quality Officer Bank Mandiri, Hendriyes Ferdiansyah, menjelaskan materi tentang keamanan transaksi, kejahatan transaksi (ATM, EDC, kartu kredit, social engeenering attacks). Masing-masing kriteria kejahatan transaksi ini dijelaskan secara detail oleh nara sumber serta cara menangkalnya. Bahkan tips aman bertransaksi juga disampaikan secara jelas.

Lantas bagaimana tips aman bertransaksi? Hendriyes mengungkapkan rahasiakan userid/ pin/password, gunakan userid unik, hindari menulis userid/ pin/ passsword di buku/media catatan apapun, serta rahasiakan otp (one time password. Berikutnya hindari mendownload file dari sumber tidak jelas, hindari menggunakan public / free wifi ketika mengakses internet banking.
Menariknya, saat sesi terakhir Hendriyes membahas tentang pinjaman online mulai perkembangan, penyebab utama, dan modus pinjol ilegal. Waspada terhadap pinjol ilegal, maka masyarakat bisa cara mengakses daftar perusahaan fintech yang berizin dan terdaftar di OJK. Hal ini dapat diketahui perbedaan pinjaman online ilegal dan fintech pendanaan legal.

kepada nara sumber.
Hendriyes juga memberikan solusi bagaimana langkah penyelesaian jika terjerat pinjol ilegal. Itu sebabnya perlu mengetahui tips dalam meminjam pinjol. Selain pinjol juga dibahas tentang investasi ilegal. Pembahasan terkait ciri-ciri investasi illegal yaitu klaim tanpa risiko, memanfaatkan tokoh masyarakat/tokoh agama/public figure untuk menarik minat masyarakat berinvestasi, menjanjikan keuntungan tidak wajar dalam waktu cepat, legalitas tidak jelas, dan menjanjikan bonus dari perekrutan anggota baru “member get member”. (humas/don)
