Koperasi BTM ArthaMu Abadi PCM Lawang Melejit Tanpa Riba
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG-Majelis Ekonomi Bisnis Pariwisata (MEBP) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Lawang, terus berkembang ke-eksistensinya di wilayah setempat. Bahkan Ketua MEBP PCM Lawang, Hambali Nor Saad, mengungkapkan setiap bulan Koperasi BTM ArthaMu Abadi sudah bisa mengeluarkan uang lebih dari Rp 8 juta.
Kok bisa? Hambali sebelum menjelaskan hal ini, terlebih dulu menyebutkan Koperasi ArthaMu Abadi saat ini sudah dipercaya masyarakat umum serta khususnya warga persyarikatan setempat untuk membantu memenuhi kebutuhan primer maupun sekunder seseorang.

Hal ini tampak dari pengeluaran Koperasi ArthaMu Abadi Lawang yang setiap bulan mampu mencairkan pinjaman tanpa bunga mencapai Rp. 8 juta-Rp 9 juta. Pinjaman ini nilainya variasi antara Rp 2 juta-Rp 5 juta. Tergantung dari kebutuhan batas pinjaman yang diberikan untuk anggotanya.
Menariknya, tandas Hambali, saat ini Koperasi ArthaMu Abadi sudah membiayai pembelian barang-barang sekunder seperti motor, bahan material, hingga modal UMKM. Semua pinjaman ini diberikan secara akad syariah tanpa bunga.
Hal ini merupakan pergeseran dari awalnya pinjaman tunai pada anggota secara perorangan sekarang bergeser meningkatkan usahanya menjadi barang-barang seperti motor, komputer, dan semisalnya.

Untuk pinjaman motor, kata Hambali koperasi ArthaMu Abadi sudah mengeluarkan uang sekitar Rp 5 juta, pembiayaan plastik UMKM pabrik krupuk di danai sekitar Rp 6 juta. Serta terakhir membiayai rombong bakso UMKM warga persyarikatan sekitar Rp 16 juta.
“Sekali lagi perlu digaris bawahi bawah kami memberikan pinjamantanpa bunga. Kami mengambil nisbah atau laba dari niai pembelian awal tangan pertamanya barang tersebut didapatkan. Jika koperasi membelinya lima belas juta maka dipinjamkan ke anggota lebih tinggi sedikit,” ujar Hambali.

Berkembangnya koperasi ArthaMu Abadi PCM Lawang ini, tidak lepas dari jumlah anggota yang sudah mencapai 70 orang. Jumlah ini meningkat satu kali lipat jika dibandingkan awal berdiri tahun 2017 yang hanya 27 orang anggota. Selama enam tahun ini modal totalnya sekitar Rp 90 juta-Rp 100 juta. Semua transparan melalui RAT (Rapat Anggaran Tahunan).
“Kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung keberadaan koperasi ini. Semoga ke depan koperasi ini semakin jaya dan terus berkembang,” ujar Hambali. (doni osmon)
