Konsep Apps Easy Ekspor, Jovanka Mahasiswa EP UMM Juara Essay Nasional
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Kabar prestasi dibawakan oleh mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang (EP UMM). Bernama lengkap Jovanka Freco Firdauzi disapa Jovanka berhasil meraih juara harapan satu lomba penulisan essay nasional.
Jovanka bersama dengan teman satu timnya yaitu Aprilisfia Handayani dari Prodi Akuntansi UMM membuat esai tentang aplikasi Easy Ekspor.

Menurut Jovanka prestasi yang diraihnya ini lomba esai yang diadakan oleh HMJ Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo dengan nama Kompetisi Essay Nasional III Tahun 2023. Kompetisi ini dilaksanakan selama seminggu mulai 23 Oktober-29 Oktober diadakan seleksi dari berbagai kampus peserta.
Dijelaskan Jovanka tema essay yang diusung dalam perlombaan adalah Aktualisasi Peran Generasi Muda untuk Indonesia di Era 5.0. Dari tema tersebut lahir essay yang ditulis bersama temannya dengan judul Easy Ekspor: Aplikasi yang Terintegrasi Dengan Internet of Thing Untuk Eksportir Dalam Memudahkan Ekspor Produk Lokal Indonesia.

Kata Jovanka isi dari essay nya tentang sebuah konsep aplikasi ekspor yang akan memudahkan para eksportir baik pemula ataupun expert dalam mengirimkan barang ke luar negeri. Dinamai easy atau mudah menjadi konsep penting di dalam aplikasi yang direncanakannya.
Aplikasi Easy Ekspor ini dilengkapi dengan enam fitur. Pertama yaitu Library Ekspor untuk melihat informasi update dunia ekspor. Kedua yaitu nomor dan perusahaan yang bisa dihubungi untuk menyalurkan produk.

Ketiga ada group eksportir yang bisa dimanfaatkan para pemula untuk konsultasi dengan expert. Ke-empat adalah logistik yang membantu eksportir memilih jasa logistik seperti kapal, truk, pesawat, dan bahkan ada penyewaan gudang sementara.
Kelima ada fitur yang membantu mengurus surat legalitas dokumen pendukung. Terakhir ke-enam yaitu fitur cek market yang bisa digunakan untuk melihat pasar komoditas yang sesuai.

Dalam kerangka aplikasi yang dikonsepkan oleh Jovanka ada satu hal yang terpenting. Aplikasi Easy Ekspor ini dibekali dengan teknologi AI (Articial Intelligence) yang diharapkan mampu mempermudah para eksportir.
Selain itu kelebihan aplikasi ini juga membantu memfilter buyer yang terverifikasi atau buyer yang tidak illegal (penipuan).
Jovanka sedikit flashback awal mula tertarik mengikuti lomba karena sedang mempelajari mata kuliah Expor Impor (Exim) di semester 7 EP UMM. Selain itu materi tersebut link and match dengan problem di lingkungan tempat tinggalnya di Kota Blitar yang masih ada beberapa orang kesulitan untuk mengekspor.

Berdasarkan realitas tersebut akhirnya Jovanka memutuskan untuk mengikuti ajang esai ini dengan harapan idenya bisa diterima lebih luas.
“Jadi sangat kompleks dan linear. Ada dasar dari situ dan kami kembangkan atau garap kembali. Bahkan dari dewan juri kami berdua diminta untuk segera merealisasikan essay yang kami tulis,” pungkas Jovanka. (hamara)
