Kajian Ramadhan PCM Mojoagung Bahas Hakekat Puasa-Sifat Manusia
TABLOIDMATAHATI.COM, LAMONGAN-Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mojoagung Jombang menggelar pengajian di hari pertama taraweh ramadhan dengan mengundang Wakil Ketua PWM Jatim, Dr. H Sholihin Fanani. M.PSDM. Materi yang disampaikan di Masjid Darul Najah PRM Mancilan, Mojoagung, Jombang secara umum terkait keutamaan ramadhan bagi seorang hamba Allah.
Mengulang isi materi yang disampaikan ustadz Sholihin Fanani tersebut, Ketua PCM Mojoagung, Jombang, ustadz H. Sirojul Anam, SKM, M.Kes, mencatat bahwa manusia manusia mempunyai dua penyakit jiwa malas dan lupa. Penyakit ini harus diatasi pada awal ramadhan agar menjadi pribadi yang bertakwa setelah ramadhan usai.

Meskipun manusia itu mengucapkan syukur Alhamdulillah, namun masih sering malas beribadah begitu juga lupa untuk mengerjakannya. Dua penyakit ini harus diatasi dengan niat puasa hanya pada Allah (lillahi ta’alla).
Masih tentang catatan notulensi kajian PCM Mojoagung bersama ustadz Sholihin Fanani, selain meluruskan niat juga membekali diri tentang ilmu tentang ramadhan-puasa. Sehingga puasa bisa berkualitas. Termasuk merencanakan amalan selama ramadhan dan menegakkan amar makruf nahi mungkar, dan sabar.
Menariknya, lanjut ustadz Siroj terkait sabar ini ada tiga kategorinya. Yakni sabar melaksanakan perintah Allah, sabar meninggalkan larangan Allah dan sabar menghadapi cobaan Allah. sebab puasa mempunyai empat hakekat.
Yakni tarbiyatul irodah sebab puasa sebagai pendidikan mengendalikan kehendak diri, tarikatul malaikat manusia selama puasa diprospek “seperti” malaikat hanya beribadah saja, tarikatul ilahiyah yakni menempatkan diri di jalan Allah (QS. Ali Imron 133-134) menjadi mahkluk Allah yang menebarkan kasih sayang-kedamaian dalam bersosial.

Sedangkan hakaket puasa yang terakhir adalah tarikatul nafz yakni membersihkan hati pada dasarnya manusia mempunyai beberapa sifat rububiyah yang mudah melaksanakan kebaikan-kebaikan.
Meski begitu, tandas ustadz Siroj, manusia juga mempunyai sifat syaithoniyah yang artinya mudah melakukan keburukan. Ketiga adalah sifat duniyah yang harus dikontrol agar manusia tidak serakah derajat seperti hewan. Terakhir manusia mempunyai sifat sabi’iyah atau kejam. Nah sifat-sifat ini harus dikendalikan selama puasa. Sehingga saat puasa selesai seseorang tersebut menjadi pribadi yang shaleh.
Ustadz Siroj mengatakan peserta yang berasal dari jama’ah masjid-mushalla binaan PCM Mojoagung serta sekitarnya sangat antusias. Termasuk beberapa siswa program Muballigh Hijrah MBS SMA Muhammadiyah 1 Jombang juga ter-inspirasi dari materi ceramah ustadz Sholihin Fanani. (doni osmon)
