Jahitan Bunda Antarkan Izar Bebas Skripsi Lulus Ekonomi Pembangunan UMM
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG-Mohammad Abizard Aldiovan disapa Izar- salah satu mahasiswa Prodi Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sukses lulus kuliah tanpa skripsi. Lho kok? Tentu saja tandas Izar disebabkan dirinya lolos dalam program scripreneur Prodi Ekonomi Pembangunan UMM.
Apa itu program scripreneur? Izar menyebutkan program ini dikhususkan bagi mahasiswa yang kuliah di prodi Ekonomi Pembangunan sudah mempunyai usaha mandiri. Setelah lulus seleksi maka mahasiswa bersangkutan tidak perlu membuat skripsi karena sudah praktek menjalankan bisnisnya.

Begitu juga dengan Izar, menceritakan kalau dirinya lulus bebas skripsi karena sudah mengelola bisnis konveksi jahitan di Tangerang Banten. Konveksi dimaksud dalam bentuk blues wanita, jas-kemeja pria dan celana, baju anak-anak.
Usaha yang ditekuninya tersebut dimulai sejak Desember 2014 lalu melalui patungan investasi modal keluarga. Nama usaha konveksi tersebut Jahitan Bunda (JB) dengan pemasaran meliputi Banten, Jabar-Jakarta. Bahkan ke depan sudah membidik pasar ekspor.

Menariknya dalam mengelola bisnisnya, Izar meng-komperasi ilmu terapan usaha secara ri-il dengan teori saat kuliah di Prodi Ekonomi Pembangunan UMM. Salah satu mata kuliah yang cocok untuk diterapkan dalam bisnisnya adalah Ekonomi Regional yang mencakup analisis pasar dan export-import (exim).
Bahkan bekal mata kuliah ekonomi regional tersebut Izar mampu menganalisis pangsa pasar daerah-daerah Jahitan Bunda. Salah satu pangsa pasar yang digarap adalah vitual melalui medos instagram, website, dan facebook.

Saat ini, lanjut Izar bisnis konveksi Jahitan Bunda ini sudah berkembang dengan omzet sekitar Rp. 2 miliar per tahun. Jumlah karyawan sekitar 30 orang. Tantangan dalam bisniks konveksi terkait permintaan konsumen yang selalu ingin cepat selesai sementara harganya kurang memenuhi hitungan.
Sebagai closingnya, Izar sangat mengapresiasi program scripreneur bagi mahasiswa yang mempunyhai usaha bisa bebas skripsi. Hal ini bisa mempermudah mahasiswa untuk lulus cepat. JUika dibandingkan dengan skripsi reguler, maka program scripreneur mahasiswa lebih paham menyusun penelitian karena objeknya adalah perusahaan sendiri. (doni osmon)
