Inspiratif, Tiga Jurus Sukses ‘Iffah Wisudawan Terbaik Fakultas Kedokteran UMM
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG- “Sebenarnya tidak ada yang spesial dari pola belajar saya menjadi wisudawan terbaik Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (FK UMM),” itulah opening ‘Iffah Najati Ummi ‘Afro’, S.Ked, disapa ‘Iffah ketika mengungkapkan apa kiat sukses menjadi wisudawan terbaik FK UMM.
‘Iffah hanya menyebutkan tiga hal penting dalam belajarnya yang akhirnya menjadikan perempuan asal Kabupaten Tuban ini meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.82 tersebut. Apa saja tiga hal ini?

Menurut ‘Iffah cara belajar efektif yang dilakukan meliputi tiga hal yakni audio, visual, dan kinetic. Jadi harus menempatkan diri kapan waktunya belajar audio dengan mengeraskan suara atau ngomong cara belajarnya dan mengulang-ulang materi tersebut hingga hafal.
Belajar cara visual, ‘Iffah, benar-benar cermat dan teliti mendengarkan dan mencatat materi yang disampaikan dosen. Sementara untuk kinetic ketika belajar menggunakan gerakan-gerakan tertentu. Misalnya mata kuliah anatomi, harus menuju tempat-tempatnya.

Contohnya terkait persendian, maka ‘Iffah menuju tempat persendian dimaksud kemudian digerakkan, atau bagaimana caranya kinetic yang dipelajari dapat terjawab.
Menariknya pola belajar ‘Iffah tersebut sangat efektif untuk prestasi akademiknya. Prestasi tersebut mengantarkan dirinya terpilih sebagai mahasiswa yang diangkat menjadi asisten dosen mata kuliah anatomi. Nah sebagai asisten dosen inilah menjadikan ‘Iffah dapat refreshing karena mata kuliah anatomi hanya diberikan sekali saat awal perkulihan. Sehingga dirinya dapat mengulang-ngulang mata kuliah tersebut hingga fasih sampai sekarang.
Bahkan ketika ‘Iffah merasakan jenuh pada materi perkuliahan, dirinya lebih memilih tidur. Hal ini sesuai dengan prinsip yang dipegang mahasiswa angkatan 2019 tersebut bahwa tidur itu jangan sampai kurang.

Selama kuliah di FK UMM, ‘Iffah mengungkapkan kesannya selama menempuh pendidikan di FK UMM bertekad bagaimana caranya ilmu yang ditekuninya ini bisa menjadi ladang pahala bagi dirinya. Tujuannya dapat menolong banyak orang, membantu kesembuhan pasien –meskipun kesembuhan dari Allah- setidaknya menjadi perantara untuk mengobati pasien sudah Alhamdulillah.
Dari pengalaman kuliah di FK UMM, ‘Iffah menilai ada poin plus-nya. Kuliah di FK UMM dibekali nilai-nilai keislaman, dan fokus pada kedokteran industri. Dua poin plus ini menjadi nilai unggul FK UMM yang bisa menjadi pilihan masyarakat untuk mewujudkan cita-cita sebagai dokter islami. (doni osmon)
