Inovatif Proker Mahasiswa PMM Bhaktiku Negeri UMM Kenalkan Permen Jahe-Jamu Tradisional
TABLOIDMATAHATI.COM, JEMBER – Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (PMM UMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi Hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang. Melalui program ini, mahasiswa menjawab tantangan kesehatan masyarakat dengan memanfaatkan herbal lokal sebagai solusi alami, praktis, dan terjangkau.
Mahasiswa PMM Bhaktiku Negeri UMM melaksanakan program kerja peduli kesehatan melalui sosialisasi di Balai Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Minggu (3/8/2025). Kegiatan ini dikemas dalam program unggulan bertajuk Pelestarian Herbal Sekitar untuk Kesehatan: Sosialisasi Pembuatan Permen Jahe dan Jamu Tradisional.
Koordinator PMM Bhaktiku Negeri UMM, Yenis Risqi Amiliya disapa Yenis, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi praktis kepada masyarakat dalam memanfaatkan tanaman herbal di sekitar lingkungan sebagai penunjang kesehatan keluarga. Selain Yenis, tim PMM terdiri atas Tjokorda Putri Saraswati, Salsabila Izhar Aulani, Dela Sovia Agustin, dan Devina Rafika Fitri, di bawah arahan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Nawang Sulistyani, M.Pd.

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berkomitmen menjadikan pendidikan dan penelitian tidak berhenti pada tataran teori, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat. Menurutnya, ilmu yang dihasilkan perguruan tinggi akan lebih bernilai jika bisa memberikan manfaat langsung dan menjadi solusi atas persoalan sehari-hari warga.
Komitmen tersebut diperkuat melalui sesi pemaparan materi oleh Abdur Rokhim, menjelaskan manfaat jahe sebagai salah satu rempah lokal yang kaya khasiat, mulai dari meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan pencernaan, hingga membantu mengatasi kelelahan. Tidak hanya teori, Abdur Rokhim juga memandu masyarakat memahami langkah-langkah pengolahan jahe menjadi produk bermanfaat, di antaranya jamu tradisional yang menyehatkan serta permen jahe sebagai inovasi olahan herbal yang lebih praktis dan mudah dikonsumsi.
Selama penyampaian materi, tim PMM juga membagikan brosur berisi manfaat permen jahe dan jamu tradisional kepada para tamu undangan. Brosur ini diharapkan dapat menjadi panduan praktis yang bisa dipelajari kembali di rumah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pembuatan jamu jahe secara interaktif, sehingga masyarakat dapat menyaksikan secara langsung teknik pengolahan yang tepat. Jamu yang sudah jadi langsung dibagikan untuk dicicipi, pembagian permen jahe sebagai variasi olahan herbal bercita rasa segar dan unik.

Abdur Rokhim menekankan bahwa pemanfaatan herbal bukan hanya soal menjaga tradisi, tetapi juga langkah cerdas untuk membangun gaya hidup sehat dengan cara yang alami, sederhana, dan terjangkau. Melalui PMM Bhaktiku Negeri UMM ini masyarakat memperoleh pengetahuan baru dan keterampilan praktis yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sekedar diketahui kegiatan berlangsung interaktif. Masyarakat yang hadir, terdiri atas Kader Posyandu, Perwakilan Tiap RW, hingga Tim KKN kolaboratif, menunjukkan antusiasme ketika menyaksikan proses pengolahan jamu jahe serta mencicipi hasil olahan jamu dan permen jahe. Masyarakat aktif menanyakan berbagai hal, mulai dari teknik penyimpanan bahan herbal dan kombinasi rempah yang ideal.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Wonoasri diharapkan semakin meningkatkan kesadaran akan pentingnya penerapan gaya hidup sehat berbasis bahan alami. Herbal tidak hanya sekadar warisan budaya, melainkan juga merupakan aset berharga yang patut dijaga, dikembangkan, dan dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kesehatan keluarga. (rilis: pmm bhaktiku negeri umm/don)
