Inovasi Mahasiswa Akuakultur UMM dalam Pemanfaatan Bakteri Asam Laktat Mencegah AHPND Udang Vaname
Penulis : Dian Nur Fa’idha, Mahasiswa Prodi Akuakultur angkatan 2020, Fakultas Pertanian Peternakan UMM
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Salah satu tim penelitian asal Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil lolos pendanaan PKM 8 Bidang tahun 2023-Ditjen Diktiristek, beranggotakan 5 Mahasiswa dari Program Studi Akuakultur dengan mengangkat fenomena terkait penyakit yang sering terjadi di dunia perikanan terutama pada komoditas Udang Vaname. Penyakit AHPND pada udang dapat mengakibatkan penurunan produksi dengan cara menginfeksi benur dengan angka kematian mencapai 100 persen.

Wabah ini disebabkan oleh bakteri Gram-negatif, V. Parahaemolyticus yang dimana dapat mematikan udang dalam kurun waktu 5-6 hari. Food and Agriculture Organization (FAO) atau bisa kita sebut Organisasi Pangan dan Pertanian, telah menyatakan bahwa penyakit ini di Indonesia telah tercatat sejak 2011 dan perkiraan kerugian ditaksir mencapai $26 juta USD pada tahun 2015 untuk budidaya vaname.
Permasalahan AHPND (Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease), sangat meresahkan pembudidaya udang vaname. Salah satu upaya pencegahan terhadap penyakit tersebut dengan meningkatkan imunitas udang. Oleh karena itu, tim kami mencoba berkontribusi dalam melakukan inovasi baru, yaitu Pemanfaatan bakteri indiginus usus udang sebagai sumber BALyang mungkin mempunyai potensi antibakterial pada V. Parahaemolyticus.

Mengapa harus menggunakan BAL? Karena bakteri asam laktat dapat digunakan sebagai kultur fermentasi dan sebagai pangan probiotik yang dapat menghasilkan asam organik, metabolit primer serta menurunkan pH pada lingkungannya melalui ekskresi senyawa penghambat bakteri patogen.
Bakteri Asam Laktat (BAL) yang berhasil diisolasi kemudian dilakukan tahap pengujian lebih lanjut, seperti mengidentifikasi pertumbuhannya dengan bantuan spektrofotometer, sehingga dapat diketahui konsentrasi terhadap pertumbuhan sel bakteri tersebut. Setelah tahapan demi tahapan dilewati dan didapatkan hasil berupa serbuk, yang kemudian diberikan pada udang untuk mengetahui pengaruh BAL terhadap pencegahan AHPND. Setelah dilanjutkan dengan uji pemeliharaan hingga selesai, didapatkan hasil penelitian bahwasannya Bakteri Asam Laktat (BAL) yang di isolasi dari usus udang mampu mencegah penyerangan penyakit AHPND terhadap Udang Vaname, didampingi Dosen Pembimbing Soni Andriawan, S.Pi, MP.

Saya pribadi ingin mengucapkan terimakasih banyak kepada Dosen Pembimbing dalam melakukan pendampingannya, selama kurang lebih 6 bulan lamanya untuk menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan PKM ini. Semoga seterusnya hadir banyak generasi muda yang memiliki jiwa kreatif dan inovatif tinggi. (*)
