Ibeng Founder-CEO Senjani Kitchen Miliader Bisnis Katering Bayi Tabung
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG-Ibeng pria berkacamata ini mempunyai nama asli Abdul Latif termasuk pejuang cuan yang sukses. Sebab dirinya dalam membangun usaha nyaris tidak mengeluarkan uang pribadi untuk mengembangkan bisnisnya.

Kok bisa? Ibeng mahasiswa jurusan sistem informasi Universitas Brawijaya ini sejak tahun 2018 ketika dirinya semester enam mulai mendirikan usaha Senjani Kitchen dengan modal beasiswa Bidik Misi yang masih sisa Rp 3 juta disisihkan untuk mendirikan jasa katering Senjani Kitchen. Menariknya modal-modal selanjutnya didapatkan dari status mahasiswanya seperti lomba kompetisi bisnis dapat juara hadiah Rp 30 juta, lomba dari universitas juga mendapatkan hadiah Rp 20 juta.
“Kami modalnya dari pendanaan-pendanaan seperti ini. Hadiah lomba-lomba yang kami ikuti ketika statusnya masih mahasiswa,” ujar Ibeng.

Menurut Ibeng, bisnis catering Senjani Kitchen ini mempunyai tiga jenis menu unggulan. Pertama daily chatering, katering diet (khusus) dan chatering acara. Katering harian ini sistemnya sama seperti catering pada umumnya. Yang mebedakan adalah menunya lebih sehat karena mengacu pada indikator gizi seimbang.
Sehingga dalam satu porsi tersebut ada karbohidrat, protein hewani, sayur dan buah. Ini adalah porsi sehat dan lengkap. Harga paket sebulan Rp 18 ribu per porsi sudah termasuk ongkos kirim. Intinya semakin lama pesen paketnya semakin murah harganya.

Berikutnya, lanjut Ibeng adalah paket diet yang diawasi oleh dua ahli gizi. Paket ini untuk kelas menengah ke atas dengan konsumen yang ingin hidup sehat dan ingin menurunkan berat badan melalui menu makanan sehat-bergizi.
Menarik dikupas catering diet ini juga untuk konsumen yang khusus contohnya untuk program bayi tabung, pasien pasca operasi, pasien diabetes, dan semisalnya. Konsumen butuh menu khusus ini untuk menjaga kesehatannya. “Sedangkan jenis katering acara sama seperti catering pada umumnya,” ujar anggota PCPM Karangploso ini.

Ide awal Senjani Kitchen ini diungkapkan Ibeng berawal dari teman satu kos-kos-an yang chatering harian namun menunya setiap hari berbeda-beda. Dari sinilah akhirnya muncul ide untuk membuat usaha katering bersama lima orang teman lainnya. Namun di tengah perjalanan akhirnya hanya dirinya yang survive menjalankan bisnis ini hingga sekarang dengan omzet tembus Rp 2,4 miliar per tahun. Omzet ini diperaoleh dari satu cabang malang-satu cabang Surabya yang setiap bulan omzetnya mencapai Rp 100 juta.
Rencana berikutnya, Ibeng bakal memperbanyak cabang di beberapa kota besar diantaranya Jabodetabek, Bandung, Yogjakarta, Semarang, Banjarmasin, dan beberapa kota lain. (doni osmon)
