Heroik Hari Pahlawan-Sumpah Pemuda, Tertuang Aksi Nyata Siswa Smamuda Sumberpucung
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Siswa SMA Muhammadiyah 2 Sumberpucung dikenal Smamuda menggelar aksi nyata dalam memperingati hari Pahlawan (10 November) dan Hari Sumpah Pemuda (28 Oktober). Aksi nyata ini dikemas dalam berbagai lomba heroic kemarin 10/11/2025 di aula sekolah yang berada di Jl. Panglima Sudirman Sumberpucung, Kabupaten Malang, tersebut. Dijelaskan Kepala Smamuda Sumberpucung ustadz Unjang Tajul Aripin, S.HI, M.PdI, tujuan lomba ini untuk menyalurkan bakat dan kreativitas siswa dalam mengenang dan meneladani para pahlawan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Menurut ustadz Unjang lomba yang di-ikuti siswa meliputi baca puisi, fashion show, cerdas cermat, serta rekontruksi sumpah pemuda. Semua lomba dilakukan siswa dengan semangat heroik perjuangan seperti ketika Bung Tomo -asal Blitar- menggelorakan para pemuda dalam melawan penjajah di Jawa Timur (Surabaya).
Simbol-simbol perjuangan tampak pada kostum yang dikenakan siswa saat lomba. Ada yang menggunakan baju pahlawan mirip Bung Tomo dengan peci coklat ber-pin bendera merah putih, ada yang pakaian jawa dengan kaos putih di dalamnya, ada yang kepalanya dibalut bendera merah putih, serta membawa bambu runcing dan semisalnya. Mereka dengan lantang membaca puisi tentang pemuda, kemerdekaan, serta menyanyikan lagu-lagu kemerdekaan seperti Halo-Halo Bandung, Gugur Bunga, Bangun Pemuda Pemudi, Satu Nusa Satu Bangsa, serta Indonesia Raya. Tidak ketinggalan Sang Surya sebagaibentuk teladan pahlawan nasional KH Ahmad Dahlan sebagai pahlawan nasional melalui dakwah Islam berkemajuan.

Sebagai penyemangat siswa, ustadz Unjang menegaskan peringatan Hari Sumpah Pemuda dan mengenang Hari Pahlawan menjadi simbol keberanian dan semangat pantang menyerah yang dilakukan oleh para pemuda Indonesia.
Kedua peringatan ini saling terkait erat. Semangat persatuan Sumpah Pemuda membangkitkan jiwa kepahlawanan, dan jiwa kepahlawanan diwujudkan dalam tindakan nyata untuk membela kedaulatan bangsa.
Sebagai insan pendidikan, makna dari kedua hari besar ini sangatlah relevan untuk meneladani nilai perjuangan,menjaga persatuan,danberkontribusi positif bagi bangsa dan negara. (humas/don)
