Dikdasmen PNF PDM Sleman Coaching Clinic Branding Sekolah Muhammadiyah
TABLOIDMATAHATI.COM, SLEMAN– Bertempat di Grand Keisha Hotel jalan Affandi (Gejayan) Sleman Yogyakarta, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman dan Majelis Dikdasmen bekerjasama dengan Badan Kerjasama Sekolah (BKS) Muhammadiyah menggelar coaching clinic.
Kegiatan coaching clinic tersebut dijelaskan Ketua Majelis Dikdasmen-PNF PDM Sleman, H. Surahmad, S.Pd, sebagai peserta kegiatan tersebut adalah seluruh AUM (Amal Usaha Muhammadiyah) pendidikan semua jenjang sekolah berjumlah sekitar 150 perwakilan.
Perwakilan masing-masing sekolah adalah kepala sekolah ataupun perwakilan sekolah dari SD, SMP, SMA/SMK Muhammadiyah se-Sleman. Bahkan beberapa perwakilan dari kabupaten lain, termasuk peserta luar Jawa seperti Pontianak Kalimantan Barat.
Menurut Surahmad acara diawali dengan lunch dari managemen Grand Keisha Hotel Yogyakarta kemudian Sholat Dzuhur serta sesi pertama oleh dirinya selaku Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Sleman, menyampaikan figur Nabi Shallallahu Alaihi Wassallam merupakan contoh enterprenur sukses. Diharapkan proposal sekolah Muhammadiyah harus ada keunggulan, harus sesuai tujuan pendidikan Muhammadiyah yakni membentuk manusia muslim yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, cakap, percaya pada diri sendiri, berdisiplin, bertanggung jawab, cinta tanah air, memajukan serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan, beramal menuju terwujudnya masyarakat utama, adil dan makmur yang diridhoi Allah.
Selain itu AUM pendidikan juga menghasilkan sumber daya insani yang handal. Hal ini sesuai visi Majelis Dikdasmen terkait lima program pengembangan Majelis Dikdasmen 2022-2027 tentang sistem pengkaderan di AUM.
Pada sesi kedua, GM Grand Keisha Hotel Yogyakarta H. Ibnu Novel Hafiz, S.Sos, MM. menyampaikan branding adalah gambaran yang dimiliki terhadap suatu produk dan branding sangat penting dalam suatu sekolah. Contohnya sekolah satu dengan yang lain pasti memiliki perbedaan sehingga diperlukan suatu gambaran prodak secara terus menerus berkala dan terstruktur dan bukan klaim sepihak dari suatu produk atau sekolah.
Itu sebabnya, tandas Ibnu Novel Hafiz, dibutuhkan kerjasama sehingga lulusan suatu sekolah ada yang jadi profesi tertentu maka manfaatkan alumni tersebut untuk baksos terkait profesinya sehingga sekolah menjadi terangkat dari fakta alumni tersebut serta berbagai cara untuk membranding sekolah.
Edy SR Brand Consultant – Brandpreneur dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa salah satu kunci sukses mengembangkan sebuah usaha dalam hal ini sekolah Muhammadiyah adalah membangun branding.
Selain itu, bisa menggunakan story telling atau caption yang menggambarkan sekolah Muhammadiyah. Cara kedua dalam mengenalkan brand adalah menyajikan visualisasi produk usaha dengan menggunakan desain, foto, dan video dari bisnis yang dimiliki.
Selanjutnya adalah experience atau pengalaman yang mengesankan bagi pelanggan atas produk dari bisnis yang bisa berupa testimoni kepuasan pelanggan. (kontributor buletinsleman.com/arief hartanto)
