Akuntan PT Selecta Sebut Siswa Jurusan Akuntansi SMK Muda Istimewa
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG-Siswa jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang disingkat SMK Muda sekolah pusat keunggulan bidang hospitality, berkunjung ke PT Selecta Batu.
Kaprodi Akuntansi Keuangan Lembaga (AKL) SMK Muda, Dra. Yayuk Pujiastuti, mengungkapkan kunjungan siswa jurusan AKL untuk mengetahui bagaimana cara mengerjakan laporan keuangan perusahaan wisata sebesar PT Selecta ini. “Kami perlu mendekatkan siswa kami untuk melihat atau mengetahui bagaimana teori dan praktek pada jenjang lebih tinggi,” ujar Yayuk.

Siswa AKL SMK Muda, dikatakan Yayuk kunjungan ini juga mengetahui tentang program-program akuntansi terbaru yang belum dipelajari di tingkat kejuruan. Sehingga siswa AKL dapat membuka wawasan tentang akuntansi keuangan lembaga mulai perusahaan mikro UMKM hingga perusahaan PT.
Misalnya di PT selecta laporan keuangannya ada tujuh kolom sementara di SMK Muda yang diajarkan hanya lima kolom. Ternyata di PT Selecta ada tambahan dua kolom menjadi tujuh kolom. Kolom tersebut tersebut digunakan untuk rencana anggaran dan realisasi anggaran.

“Sehingga siswa AKL SMK Muda dari kunjungan industri ini mendapatkan banyak ilmu tentang pengelolaan laporan keuangan perusahaan secara ri-il,” ujar Yayuk.
Menariknya Yayuk mengungkapkan kunjungan industri ke PT Selecta ini mendpaatkajn apresiasi dari manajemen perusahaan yang bergerak di bidang wisata ini. bahkan manajemen PT Selecta memberikan julukan siswa jurusan AKL SMK Muda sebagai siswa istimewa. Sebab begitu diberikan respons oleh PT Selecta langsung banyak yang bertanya dan berdiskusi.

Yayuk menambahkan, kunjungan industri ini juga siswa lebih memahami prinsip dasar akuntansi dan belajar akuntansi engan menggunakan program accurate.
Program accurate ini merupakan program akuntasi terbaru, sehingga perhitungan angka-angka yang dilakukan dalam neraca akuntansi menghasilkan akurasi hasil yang tepat.
“Kami optimis jika siswa kami mampu adaptasi sistem hasil kunjungan industri. Sebab modenya sama hanya beda dalam hal yang tidak prinsip dalam perhitungan akuntansi,” pungkasnya. (rilis: wahid/editor: doni osmon)
