PMM 100 UMM Latih Siswa SDN Blimbing 1 Olah Limbah Jadi Pupuk Kompos
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG- Sampah rumah tangga merupakan salah satu penyumbang sampah terbesar kepada lingkungan. Penanggulangan sampah dapat kita mulai dari skala rumah tangga dan lingkungan sekitar dengan memisahkan sampah organik dan anorganik. Sampah dapur sangat bermanfaat dan dapat digunakan Kembali melalui proses pengelolaan seperti sampah sayur dan buah atau makanan yang sudah membusuk.
Berdasarkan hal ini mahasiswa yang tergabung dalam Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) kelompok 100 Gelombang 4 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan program kerja (proker) mengolah limbah organik menjadi pupuk kompos di SDN Blimbing 01, Blimbing, Kota Malang.

PMM kelompok 100 gelombang 4 UMM ini di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Abdurrahman Muzzaki, M.Pd., sedangkan tim dari mahasiswa atas nama Damar Cahyo W (202010340311056), Acmad Dani A (202010340311095), Andi Balqis Aliifia Ayu (202110340311086), Farhat (202110340311159), dan Sekar Arum Ning.C (202110340311215). Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Proker yang dilaksanakan PMM 100 gelombang 4 UMM adalah pembuatan pupuk kompos yang dipraktekkan langsung kepada siswa kelas 5 SDN Blimbing 01, Blimbing, Kota Malang. Pelaksanaan proker PMM 100 gelombang 4 UMM tersebut mulai 18 Juli 2024 hingga 19 Agustus 2024.

Khusus proker pengolahan limbah menjadi pupuk kompos, PMM 100 gelombang 4 UMM mengawali edukasi berupa materi dan penjelasan melalui PPT dimana masing-masing anggota PMM 100 gelombang 4 UMM ditugaskan untuk menjelaskan kepada dua kelas yakni kelas 5A dan 5B tentang bagaimana cara pembuatan pupuk kompos, pengertian pupuk kompos, manfaat pupuk kompos, serta bahan-bahan apa saja yang bisa digunakan untuk membuat pupuk kompos. Selanjutnya PMM 100 gelombang 4 UMM praktik langsung pembuatan pupuk kompos, menggunakan bahan dedaunan kering, nasi sisa atau yang sudah basi dan gedebok pisang yang sudah layu. Praktek ini dilaksanakan bersama siswa SDN Blimbing 01. Tujuannya mereka mempunyai pengalaman tentang bagaimana cara pembuatan pupuk kompos yang baik dan benar.

Harapan kedepannya untuk SDN Blimbing 01 dengan adanya praktik pembuatan pupuk kompos ini bisa dimanfaatkan sebagaimana fungsinya. Sehingga para siswa serta warga sekolah lebih bisa untuk memilah-milah sampah dan dapat dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk kompos yang dapat digunakan untuk tanaman yang ada di sekitar lingkungan sekolah. (penulis/foto: pmm 100 gelombang 4 umm/editor: hamara)
