Inspiratif, PMM 8 UMM Bersama PKK RT 01/RW 02 Ngaglik Produksi Simplisia Kelor
TABLOIDMATAHATI.COM, KOTA BATU – Mahasiswa Pengabdian Masyarakat oleh mahasiswa (PMM) Kelompok 8 Gelombang 3 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), beranggotakan lima mahasiswa, yaitu Iin Hiqmathul Risqi, Dewi Ratiani, Laela Jelita Safitriana, Adetya Septiasis, dan Izzatul Fikriyah. Mereka di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Risky Angga Pramuja, SE.,M.Ec.Dev. Melaksanakan program pemberdayaan masyarakat fokus pada produksi simplisia kelor bersama anggota PKK RT. 01/RW. 02 Kelurahan Ngaglik, Kota Batu.
Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) kelompok 8 gelombang 3 UMM ini adalah untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang. Sedangkan program kerja PMM 8 gelombang 3 UMM bertujuan meningkatkan keterampilan dan potensi ekonomi lokal melalui pemanfaatan tanaman kelor yang dikenal kaya akan manfaat kesehatan.

Tanaman kelor (Moringa oleifera) adalah tanaman yang berasal dari daerah tropis dan subtropis. Di Indonesia, kelor sering disebut sebagai “pohon ajaib” karena hampir semua bagian dari tanaman ini—mulai dari daun, biji, hingga akarnya—dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.
Daun kelor, khususnya, kaya akan nutrisi seperti vitamin A, vitamin C, kalsium, kalium, dan protein. Selain itu, daun kelor juga mengandung antioksidan dan senyawa antiinflamasi yang bermanfaat untuk kesehatan. Khasiat daun kelor sangat beragam, mulai dari meningkatkan sistem imun, membantu menurunkan kadar gula darah, hingga mendukung kesehatan mata dan kulit. Daun kelor juga dipercaya dapat mengatasi anemia, membantu proses pencernaan, dan menurunkan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan jantung.
Kegiatan dimulai dengan tahapan sortasi basah, di mana daun kelor dipilih dan dipisahkan dari tangkainya. Pemilihan daun yang berkualitas menjadi langkah penting untuk memastikan hasil simplisia yang optimal. Daun-daun yang telah disortasi kemudian dicuci bersih menggunakan air mengalir, memastikan tidak ada kotoran atau sisa pestisida yang menempel.
Setelah proses pencucian, daun kelor melalui tahap pengeringan dengan menjemur daun di bawah sinar matahari langsung hingga kadar air berkurang. Tahap ini membutuhkan ketelitian, karena daun kelor yang terlalu lama dijemur dapat kehilangan sebagian nutrisinya.

Langkah terakhir adalah sortasi kering, di mana daun kelor yang telah kering dipisahkan dari sisa-sisa tangkai atau daun yang tidak layak konsumsi. Proses ini memastikan bahwa simplisia kelor yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan siap untuk diolah lebih lanjut atau dipasarkan.
Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh ibu-ibu PKK RT 01/RW 02 Ngaglik. Mereka tidak hanya belajar tentang teknik pembuatan simplisia kelor, tetapi juga mendapatkan wawasan mengenai manfaat kesehatan dari kelor. Para mahasiswa Pengabdian Masyarakat juga memberikan bimbingan mengenai cara penyimpanan simplisia kelor agar tetap awet dan berkualitas tinggi. Harapannya, produk ini bisa menjadi salah satu sumber pendapatan tambahan bagi keluarga di Kelurahan Ngaglik.
Program ini memberikan berbagai dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Kelurahan Ngaglik, Kota Batu. Selain meningkatkan keterampilan dan pengetahuan ibu-ibu PKK dalam pengolahan kelor, program ini juga membuka peluang ekonomi baru. Produk simplisia kelor yang dihasilkan dapat dijual sebagai bahan baku dalam industri kesehatan dan makanan, sehingga memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga peserta.

Lebih lanjut, kesadaran akan pentingnya memanfaatkan potensi lokal meningkat, yang mana hal ini dapat mengurangi ketergantungan pada produk luar dan mendorong kemandirian ekonomi. Para peserta juga mendapatkan wawasan mengenai pentingnya menjaga kualitas produk agar dapat bersaing di pasar yang lebih luas. Hal ini diharapkan dapat mendorong pengembangan usaha kecil di wilayah tersebut, serta memberikan kontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Mahasiswa Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut dan berkembang, sehingga memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat Ngaglik, Kota Batu. Kerjasama antara mahasiswa, ibu-ibu PKK, dan pihak terkait lainnya menjadi kunci dalam suksesnya program ini. (penulis/foto: pmm kel 8 gel 3 umm/editor: hamim)
