Sosialisasi Profil Kampus, PMM Gelombang 4 Kelompok 45 UMM di SMA Terbuka Jarak Jauh Karangploso
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) kelompok 45 gelombang 4 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan program kerja di Sekolah Menengah Atas di Dusun Supiturang, Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.
Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengimplementasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). PMM 45 gelombang 4 terdiri dari Deswita Maharani, Muhammad Kalindra Prasetio, Citra Widya Paramitha, Jordi Maulana, dan Iswahyudi. Mereka di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Drs. Amir Syarifuddin, MP.
SMA terbuka adalah inisiatif pendidikan untuk menjawab kebutuhan remaja yang ingin melanjutkan pendidikan sambil tetap bekerja. Di bawah kepengurusan Pondok Pesantren Yayasan Nurul Haromain 8, sekolah ini mempunyai kurikulum inklusif yang memungkinkan para siswa untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang SMA tanpa harus mengorbankan pekerjaan mereka.

Sebagai bagian dari program Sekolah Menengah Atas Terbuka Jarak Jauh (SMATJJ) yang terhubung dengan SMAN 1 Kepanjen, SMA Terbuka ini mulai beroperasi sejak tahun 2019 dengan pendekatan pembelajaran berbasis online. Para siswa hanya diwajibkan datang ke sekolah dua kali dalam seminggu untuk sesi tatap muka, sehingga mereka tetap bisa menjalani pekerjaan sehari-hari mereka. Kurikulum ini sangat fleksibel dan dirancang untuk memfasilitasi kebutuhan siswa yang juga bekerja, menjadikan pendidikan lebih inklusif dan mudah diakses.
Umma, salah satu pengurus pondok pesantren yang mengelola SMA Terbuka ini, menjelaskan bahwa kehadiran sekolah ini didasari oleh kebutuhan mendesak untuk menyediakan alternatif pendidikan bagi remaja yang telah lulus SMP namun kurang berminat melanjutkan sekolah formal karena lebih memilih langsung bekerja. SMA Terbuka diharapkan mampu menjadi jembatan bagi para siswa untuk tetap mengenyam pendidikan sambil mengejar karier mereka, tanpa harus memilih salah satu di antaranya.
Inisiatif ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kelompok Pengabdian Mahasiswa pada Masyarakat (PMM) dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Kelompok 45 Gelombang 4. Mahasiswa-mahasiswa ini memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempromosikan kampus UMM sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya pendidikan kepada para siswa di SMA Terbuka.

PMM 45 UMM juga memberikan materi tambahan kepada para santri SMP di pondok pesantren tersebut, dengan harapan dapat membangkitkan minat mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi meskipun dihadapkan pada keterbatasan waktu akibat tuntutan pekerjaan.
Keberadaan SMA Terbuka di Desa Bocek ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan dapat diakses oleh semua kalangan masyarakat, termasuk para remaja yang bekerja. Dengan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, sekolah ini telah menjadi pelopor dalam menyediakan pendidikan yang fleksibel, inklusif, dan relevan bagi masa depan generasi muda Indonesia. (penulis: pmm 45 gelombang 4 umm)
