Tim PMM UMM Kolaborasi Dengan PMM Mitra Dosen, Optimalisasi Literasi di SDN Merjosari 5 Kota Malang
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Pada 2018, Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) menyatakan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke 71 daru 77 negara terkait minat membaca melalui survei yang dilakukan oleh Program for International Student Assesment (PISA). PISA sendiri merupakan studi penilai tingkat pendidikan di dunia dengan mengukur performa akademik pelajar sekolah berusia 15 tahun yang meliputi bidang sains, matematika dan kemampuan membaca. Dengan begitu, bisa dikatakan Indonesia termasuk ke dalam 10 negara yang memiliki minat baca paling rendah. Selain PISA, UNESCO juga menyatakan bahwa minat membaca di Indonesia hanya 0,001%. Artinya setiap 1.000 orang hanya ada 1 orang yang gemar membaca.

Pernyataan-pernyataan di atas menunjukkan bahwa warga Indonesia masih acuh terhadap pentingnya membaca, padahal dengan membaca dapat menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas mengingat Indonesia akan mencapai titik emas di 2045. Tentu prestasi yang kurang baik tersebut harus segera dibenahi untuk mencapai Indonesia Emas 2045 dengan pembiasaan literasi sedini mungkin. Salah satu bentuk penerapannya seperti yang telah dilakukan oleh Kelompok PMM Mitra Dosen 125 dibawah bimbingan Ibu Yohana Puspitasari Wwardoyo, M.H sebagai Dosen Pembimbing Lapang (DPL), yakni berupa Program Baling-baling (Baca Keliling) di SDN Merjosari 5 Kota Malang. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang.

PMM (Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa) sendiri merupakan kegiatan pendampingan dan pelayanan mahasiswa untuk pengembangan dan pemberdayaan masyarakat dalam menerapkan aplikasi, desain, teknologi atau perubahan sosial ke arah yang lebih baik yang dinaungi oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Program literasi ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara kelompok PMM Mitra Dosen 125 dengan mobil baca dari Rumah Baca Cerdas (RBC) UMM. Program ini juga digagas dengan konsep membaca di lingkungan luar kelas guna memperkenalkan bahwa literasi dapat dilakukan dimana saja dan menciptakan suasana membaca yang menyenangkan.

Adapun program ini disambut dengan baik oleh SDN Merjosari 5 Kota Malang dilihat dari antusias siswa membaca buku sebanyak mungkin. Setelah membaca, siswa akan membuat catatan atau ringkasan sederhana dari apa yang telah ia baca. Bu Yusra, selaku salah satu guru kelas menyatakan bahwa sebenarnya di SDN Merjosari 5 sudah terdapat pembiasaan literasi 30 menit sebelum pembelajaran dimulai. Namun keterbatasan penyediaan buku yang terbilang itu-itu saja menjadi hambatan ketertarikan minat membaca siswa. Maka dari itu diharapkan program ini dapat membawa perubahan terhadap minat baca generasi emas di SDN Merjosari 5. (rilis: tim pmm umm)
