Penuh Haru, Siswa, Guru-Karyawan Smamuda Sumberpucung Halal Bi Halal Ihklas Mema’afkan
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– SMA Muhammadiyah 2 Sumberpucung populer disebut Smamuda sekolah doubel track menggelar halal bi halal usai libur panjang Idul Fitri 1445 H. Halal bi Halal ini dilaksanakan pada tanggal (18/8) di ikuti seluruh siswa, guru dan karyawan Smamuda. “Alhamdulillah kami bisa bersama dan bersilaturahmi dalam keadaan sehat dan syukur pada nikmat yang diberikan Allah ini. Semoga halal bi halal ini menjadi keberkahan bagi semua,” ujar Kepsek Smamuda Sumberpucung ustadz Unjang Tajul Aripin, S.HI, M.PdI.

Kegiatan halal bi halal ini dijelaskan ustadz Unjang merupakan kegiatan tahunan Smamuda. Dilaksanakan setelah liburan sekolah, setelah ramadhan, dilanjutkan program religi syawal-an untuk meningkatkan ketakwaan yang sudah dicapai selama sebulan penuh. Setelah halal bi halal ini diharapkan mampu mengeratkan silaturahmi antar warga sekolah. Sehingga setiap peraturan yang sudah menjadi sistem mampu dilaksanakan dengan baik dan maksimal.
Menariknya, ustadz Unjang menjelaskan sebelum halal bihalal dimulai, siswa mengawalinya dengan shalat dhuha berjamaah. Setelah itu dilanjutkan kultum tentang pentingnya menjaga silaturahmi antar sesama muslim. Materi ini di sampaikan guru Ismuba Smamuda ustadz Isfaul Mufid S.Pd.
Menurut ustadz Isfaul Mufid, bahayanya memutus hubungan silaturahmi seperti contoh dari hadist Nabi Shallallahu Alaihi Wassallam bahwa jika seorang hamba berselisih lebih dari tiga hari, kemudian salah satu dari mereka meninggal dunia, maka akan dimasukkan ke dalam neraka.

Bukan hanya itu, ustadz Faul juga mengingat jangan sampai bersikap zalim kepada orang yang ada di sekitar. Mengapa? karena orang yang zalim di akhirat kelak akan diminta pertanggung jawaban atas kezalimannya. “Jadi, momentum hari raya Idul fitri ini harus kita manfaatkan dengan sebaik mungkin. Mulai dari menjalin silaturahmi dan juga meminta maaf kepada orang yang pernah kita dizalimi,” tutur ustadz Faul.
Kegiatan halal bi halal ini ditutup dengan para siswa secara bergantian saling meminta maaf kepada guru Smamuda sebagai bentuk ke-iklahas-an hati perbuatan kurang baik yang pernah di lakukan baik secara sengaja maupun tidak sengaja. (humas smamuda/ca’hud)
