Memanfaatkan Limbah Diapers Menjadi Produk Bernilai Tambah oleh UMKM Kreatif
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pada hari Kamis 1 Februari 2024 Pengabdian Pada Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) Bhaktiku Negeri Universitas Muhammadiyah Malang yang dimana beranggotakan 5 mahasiswa yaitu Rangga Dewantara P.Y, Barrotut Taqiyah, Aulia Azzahra, Aldita Tyara Sabilla, dan Deva Sefiani dibawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, yakni bapak M. Khoirul Fuddin, S.E.,M.E baru saja melakukan kegiatan pembuatan kerajinan tangan yang bernilai tambah dari limbah diapers bersama pelaku UMKM Bu Anifa berlangsung selama 1 minggu yang berlokasiĀ di Dusun Karangploso Wetan, Desa Kepuharjo, Kec. Karang Ploso, Kab. Malang, Jawa Timur. Kegiatan program Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah membantu pelaku UMKM dalam proses pembuatan kerajinan tangan dari limbah diapers dan kegiatan PMM ini juga membantu mempromosikan dan memasarkan produk-produk kerajinan tangan Bu Anifa agar dikenal masyarakat luas.
Ibu Anifa, sebagai pelaku UMKM sekaligus bekerja sebagai guru di RA Wali Songo, Dusun Karangploso Wetan, Desa Kepuharjo, memulai usahanya pada tahun 2003 dengan nama usaha “Bu Anifa Kreasi”. Usahanya menjual berbagai produk antara lain herbal, skincare, sabun, kue basah, kripik usus, kripik sagu tempe, dan kerajinan tangan. Menurut Ibu Anifa, usaha kue basah baru dimulainya sejak tahun 2020 saat masa pandemi COVID-19, sedangkan usaha kerajinan tangan baru dijalankannya sejak tahun 2018.

Mahasiswa kelompok 41 berkolaborasi dengan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Dusun Karangploso Wetan, Desa Kepuharjo, untuk melaksanakan program kerja dengan membantu proses pembuatan kerajinan tangan memanfaatkan limbah diapers menjadi produk bernilai seperti vas bunga, asbak, dan tempat untuk meletakkan jarum pentul. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi dan pelatihan kepada mahasiswa bahwa tidak semua limbah dapat dibuang begitu saja karena dapat mencemari lingkungan. Limbah diapers sebenarnya masih dapat didaur ulang menjadi kerajinan tangan yang memiliki nilai estetika dan ekonomis. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk membantu mempromosikan beragam produk UMKM agar dikenal masyarakat luas, sehingga dapat meningkatkan penghasilan para pelaku UMKM kreatif.
Proses pembuatan kerajinan tangan menjadi produk tempat pensil, asbak, dan tempat jarum pentul antara lain meliputi langkah-langkah sebagai berikut: Pertama, menyiapkan terlebih dahulu bahan-bahan yang dibutuhkan seperti limbah diapers, sabun Dettol, plastik, semen, semen putih, sarung tangan, alat pencetak dari bekas gulungan benang, sekop, gunting, cat, kuas, dan air. Kedua, membersihkan limbah diapers dan mengeringkannya. Setelah kering, beberapa diapers dipotong menjadi 2 bagian. Ketiga, mencampur semen dengan air dan mengaduknya dalam keadaan agak encer, kemudian memasukkan diapers ke dalam campuran semen tersebut dan meratakannya. Keempat, membungkus alat pencetak dari bekas gulungan benang dengan plastik, lalu meletakkan diapers yang sudah tercampur semen di atasnya agar terbentuk sesuai cetakan. Kelima, menjemur kerajinan selama 1 hari. Setelah kering, dilapisi semen putih agar terlihat halus. Keenam, menjemur kerajinan lagi selama 1 hari. Setelah kering, dicat menggunakan cat warna kayu dan dikeringkan selama 1 hari. Ketujuh, kerajinan siap digunakan sebagai tempat pensil, tempat meletakkan jarum pentul, dan asbak.

Setelah menyelesaikan proses produksi kerajinan tangan, Mahasiswa Kelompok 41 melakukan pembuatan desain banner dan label untuk produk umkm Bu Anifa agar lebih menarik dan bervariasi serta melanjutkan upaya promosi untuk berbagai produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) milik Ibu Anifa guna meningkatkan penjualan dan pendapatan. Mahasiswa kelompok 41 mempromosikan produk-produk tersebut melalui Instagram kelompok PMM serta media sosial lainnya. Pelaksanaan program kerja ini oleh mahasiswa kelompok 41 diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi para pelaku UMKM kreatif. (rilis: pmm kelompok 41 umm)
